Polisi Sita 14 Senjata Api Rakitan dari 4 Tersangka, 2 Berasal dari Cipacing, Sumedang

Ekosasih (60) menguasai satu senjata api rakitan jenis walter Call 9 mm dan jenis glock (konversi). Dua orang itu merupakan warga Cipacing.

Polisi Sita 14 Senjata Api Rakitan dari 4 Tersangka, 2 Berasal dari Cipacing, Sumedang
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Belasan senjata api rakitan berbagai jenis dan ratusan peluru disita Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Belasan senjata api rakitan berbagai jenis dan ratusan peluru disita Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar dari empat orang.

Empat orang itu adalah Yogi Gama (37),  Ekosasih (60), Dian Daryansah (37), dan Uzza Narashima alias Andik (34).

Yogi Gama (37) menguasai empat senjata api jenis Mede Call 22 mm dan jenis makarov (konversi) serta sembilan butir amunisi Call 99 mm.

Ekosasih (60) menguasai satu senjata api rakitan jenis walter Call 9 mm dan jenis glock (konversi). Dua orang itu merupakan warga Cipacing.


Dian Daryansah (37) menguasai satu senjata api jenis Mede Call Call 22 mm, jenis walter Call 9 mm, senjata api jenis Pen Gunn Cal 22 mm, senjata jenis revolver Call 22 mm serta ratusan amunisi Call 9 mm, puluhan amunisi Call 22 mm, dan empat amunisi Call 38 spc.

Uzza Narashima alias Andik (34) sebagai perantara. Dian merupakan warga Kabupaten Purwakarta sedangkan Uzza warga Kota Semarang.

"Total senjata api yang kami sita sebanyak 14 pucuk dengan 350 butir amunisi. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap pada 1 Maret dengan tuduhan kepemilikan dan memperjual belikan senjata api tanpa izin," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Selasa (13/3/2018).

Dalam melakukan aksinya, para tersangka merakit senjata api menggunakan mesin bubut dan peralatan lainnya di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.

"Setiap senjata api dijual sesuai pesanan dan ada juga yang dijual online di situs-situs jual beli online. Sudah beroperasi sejak 2015 dan dijual lintas provinsi," ujar Agung Budi Maryoto.

Desa Cipacing selama ini dikenal sebagai sentra perajin senapan. Umumnya, warga di sana mampu merakit senapan angin. Namun, beberapa di antaranya juga mampu merakit senjata api. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved