Lakukan Razia, Jasa Marga Gelar ODOL di Rest Area Tol Cipularang

PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi menggelar operasi gabungan bersama sejumlah intansi, untuk menjaring kendaraan yang melebihi beban

Lakukan Razia, Jasa Marga Gelar ODOL di Rest Area Tol Cipularang
Tribun Jabar/ Haryanto
Para petugas gabungan saat melakukan operasi ODOL di Rest Area Tol Cipularang KM 88, Purwakarta, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID PURWAKARTA - PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi menggelar operasi gabungan bersama sejumlah intansi, untuk menjaring kendaraan yang melebihi beban dan kelebihan dimensi.

Operasi Over Dimensi dan Over Load (ODOL) ini dilakukan di Rest Area Tol Cipularang KM 88, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, pada Selasa (13/3/2018).

Operasi ODOL ini bertujuan untuk melakukan penertiban kendaraan besar yang melanggar, hingga Kamis (15/3/2018).

Menurut Deputi GM Traffic Manajemen PT Jasa Marga Purbaleunyi, Andrie Koestiawan , kendaraan berat seperti truk berdampak kepada kerusakan infrastruktur jalan.


"Karena kerusakan konstruksi jalan ini sudah cukup besar. Sehingga pemerintah dengan tegas akan melakukan tindakan pelanggar pelanggar over dimensi dan over load. Supaya konstruksi jalan baik tol maupun arteri, dapat terpelihara dengan baik," katanya saat ditemui disela operasi, Selasa (13/3/2018).

Penindakan pada tahap pertama operasi ODOL yang dilakukan ini, berupa penilangan oleh pihak kepolisian.

Penindakan tersebut mengacu pada UU Lalu lintas nomor 22 tahun 2009 pasal 307 yaitu pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. 

"Nantinya, jika ada kendaraan lain yang terjaring, maka penindakannya yaitu berupa penurunan muatan," ucapnya.

Baca: Berpotensi Macet! Truk Bermuatan Pipa 70 Ton Terguling di Jalan Arteri Purwakarta

Identifikasi kendaraan pada operasi ODOL ini pun berupa kendaraan yang kecepatannya kurang dari 30 km/jam, serta muatan melebihi muatan sumbu terberat 10 ton.

Selain itu, Andrie menyebut, batas muatan dan ukuran kendaraan pun sangat diperhatikan oleh pihaknya pada operasi tersebut.

"Yang kami terapkan yaitu persumbu/garda 10 ton. Untuk tinggi, dari permukaan tanah maksimal tinggi muatannya 4.2 meter, dan lebarnya 2.5 meter," kata Andrie.

Penulis: Haryanto
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved