Kurangnya Sosialisasi, Sebagian Kaum Difabel Tidak Mengetahui Calon-calon Gubernur Jabar

Sebagian pemilih disabilitas di Kota Tasikmalaya mengaku belum mengetahui para calon gubernur dan wakil gubernur

Kurangnya Sosialisasi, Sebagian Kaum Difabel Tidak Mengetahui Calon-calon Gubernur Jabar
Tribun Jabar/Isep Heri Herdiansah
Seorang peserta tuna netra yang mengikuti sosialisasi Pilgub Jabar 2018, menunjukan alat sosialisasi bertuliskan braile yang diberikan KPU, di Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Sebagian pemilih disabilitas di Kota Tasikmalaya mengaku belum mengetahui para calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mereka pilih pada pilkada serentak Juni mendatang.

Sebagian pemilih pemula penyandang tuna netra dan tuna rungu yang mengikuti sosialisasi pilgub yang diselenggarakan KPU kota Tasikmalaya, di Jalan BKR, Selasa (13/3/2018), bahkan belum mengetahui alasan mengapa harus menyoblos.

Seorang di antaranya penyandang tuna rungu Ade Mulyana (31) menggunakan bahasa isyarat mengatakan hingga saat ini belum mengenal secara pasti siapa calon pemimpin yang akan ia pilih.

"Saya belum mengetahui siapa calon gubernur yang katanya ada empat calon," kata Ade menggunakan bahasa isyarat yang didampingi pengisyarat.

Menurutnya, alasan sebagian para kaum disabilitas belum mengetahui para paslon karena kurangnya sosialisasi kepada mereka.


Selain itu, para pemilih disabilitas sering menemukan kendala saat berada di tempat pemungutan suara (TPS). Dengan keterbatasan mereka berharap agar ada petugas khusus untuk mendampingi mereka dalam pencoblosan.

"Kami berharap di setiap TPS ada pendamping bagi penyandang disabilitas," jelas Ade.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Hotum Hotimah, akan mengupayakan masukan dari para pemilih berkebutuhan khusus.

"Kami berkomitmen dan akan mensosialisasikan kepada para penyelenggara pemilu di tingkat bawah, badan penyelenggara adhock untuk selektif menyaring para pendamping nantinya," ujar Hotum.

Baca: JPO Alun-Alun Bandung Disebut Tak Ramah untuk Lansia dan Kaum Difabel

Menurutnya, pemilihan pendamping bagi kaum disabilitas harus selektif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami tekankan nantinya para pendamping agar disaring secara selektif agar nantinya tidak ada keberpihakan dari pendamping," jelasnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help