Kecelakaan Maut di Kiaracondong, Seorang Tewas Tiga Luka, Sopir Angkot Terjepit di Balik Kemudi

"Penanganan dan evakuasi korban dilakukan dengan cara membuka celah dengan menggunakan peralatan speader, cutter, dan combin tool."

Kecelakaan Maut di Kiaracondong, Seorang Tewas Tiga Luka, Sopir Angkot Terjepit di Balik Kemudi
istimewa
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Kiaracondong, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kiaracondong, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Kecelakaan yang melibatkan Suzuki Carry angkot D 1954 BV, Toyota Rush D 1317 ADP, Honda Mobilio D 345 NIE, dan motor Honda Beat D 2590 AAM itu mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal di tempat.

Baca: Meski Dipuji Ari Lasso, Marion Jola Mesti Angkat Koper dari Indonesian Idol

"Menurut saksi saat sopir angkot melaju dari arah Kiaracondong ke Jalan Jakarta mengalami oleng dan menabrak pengendara sepeda motor dari arah berlawanan. Lalu, di belakang motor tersebut terdapat mobil Toyota Rush dan mobil Honda Mobilio yang menghindar namun masih tertabrak oleh angkot. Lalu, angkot itu terguling posisinya mengarah ke Jalan Kiaracondong dan sopir angkot terjepit di bagian depan mobil angkot," ujar Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung Kurnia Saputra seperti dikutip dari rilis yang diterima, Selasa (13/3/2018) pagi.


Pengendara sepeda motor, lanjutnya, meninggal dunia di tempat.

Sopir angkot mengalami luka sobek di bagian lutut bawah kaki kanan dan pendarahan pada bagian muka.

Pemilik mobil Toyota Rush Todi (35) Mengalami luka ringan dan mengalami syok.


Dan, pemilik mobil Honda Mobilio AKP Pardinan (56) mengalami luka ringan dan mengalami syok.

Tim penyelamat DKPB, ujar Kurnia, menurunkan dua unit penyelamat dan satu unit komando penanggulangan bencana.

"Sampai di lokasi tim melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk melakukan penyelamatan atau evakuasi korban," katanya.

"Penanganan dan evakuasi korban dilakukan dengan cara membuka celah dengan menggunakan peralatan speader, cutter, dan combin tool." ujarnya.

Penanganan, lanjut Kurnia, dilakukan sampai dengan pukul 23.50 WIB.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved