Banjir di Linggar Rancaekek Ini Musibah Bagi Warga tapi Justru Berkah Bagi Tukang Becak

"Jadi banyak yang naik becak kalau sedang banjir seperti sekarang, kan tidak mau pakaiannya basah," ujar Wandi

Banjir di Linggar Rancaekek Ini Musibah Bagi Warga tapi Justru Berkah Bagi Tukang Becak
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Banjir di Desa Linggar, Rancaekek, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat banjir jadi musibah bagi warga di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, di sini lain justru menjadi rezeki bagi sebagian orang.

Salah satunya adalah bagi para pengayuh becak yang beroperasi melewati daerah banjir di Desa Linggar.

Saat banjir, rezeki para pengayuh becak ini justru bertambah dari warga yang ingin bepergian tapi tak mau berbasah-basahan.

Baca: Dipengaruhi Pasang Surut Air Laut, Banjir di Gunungjati Cirebon Butuh Seminggu untuk Surut

"Jadi banyak yang naik becak kalau sedang banjir seperti sekarang, kan tidak mau pakaiannya basah," ujar Wandi (47) seorang penarik becak di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (13/3/2018).

Wandi mengatakan, kebanyakan penumpang becak saat banjir adalah pekerja pabrik dan ibu-ibu yang berangkat atau pulang dari pasar.


Para ibu tersebut memilih menggunakan becak agar pakaian maupun barang bawaannya tidak basah.

Selain itu, menurut Wandi, para penumpang pun biasanya memberi uang lebih karena sudah mengantarkan mereka ke seberang banjir

"Ada yang Rp 2.000 ada juga yang Rp 10. O00, beda-beda," ujar Wandi.


Upah yang dikantonginya saat banjir pun bisa naik hingga sekitar 20 persen dibandingkan upah saat hari biasa.

"Alhamdulillah, berkah," ujar Wandi.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved