Antrean Panjang Terjadi di TPPAS Sarimukti Cipatat

Upi Supriatna (31) sopir truk sampah dari Tegalega, Kota Bandung, mengaku sudah. . .

Antrean Panjang Terjadi di TPPAS Sarimukti Cipatat
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Antrean truk sampah menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sarimukti mengalami antrean sepanjang 500 meter, Selasa (13/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT - Antrean panjang truk sampah yang akan membuang ke Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti masih tampak, Selasa (13/3/2018).

Sepanjang 500 meter truk sampah dari berbagai daerah, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi pun mengantre karena menunggu giliran untuk masuk ke area TPPAS. 

Upi Supriatna (31) sopir truk sampah dari Tegalega, Kota Bandung, mengaku sudah enam jam mengantre hari ini. Menurutnya, kejadian ini sudah berlangsung selama dua minggu dia rasakan. 

"Ya paling lama tadi nunggu di pas area dekat jembatan. Dari Tegallega berangkat jam 07.30 wib," katanya di TPPAS Sarimukti, Selasa (13/3/2018).

Kebiasaan antrean panjang ini memang diakui Upi sudah biasa di musim hujan, karena jalan dari gerbang TPPAS yang memang licin sehingga perlu satu per satu mobil yang masuk. 

"Rata-rata saya ini mengangkut sampah dua rit. Tapi, kalau situasinya begini (antre) ya cukup satu. Habis mau bagaimana lagi bingung kalau landasan seperti ini (licin)," ujarnya. 

Upi biasanya mengangkut sampah ini sistem pembayaran atau upah melalui borongan, dengan satu rit Rp 250 ribu. Namun, biaya itu bisa habis jika kondisi mengharuskan terjadi antrean. 

"Rp 250 ribu itu diambil solar Rp 120 ribu, lalu biaya tol Rp 20 ribu. Jadi, biasa bersih Rp 70-80 ribu. Kalau antre ya biasanya habis buat uang makan," ujarnya. 

Sopir lainnya, Yustian Deni (32) asal Batujajar, KBB, mengaku mengangkut sampah dari Pasar Batujajar dan telah mengantre selama dua jam.

"Sehari biasanya bisa sampai dua rit. Tapi mengingat kondisi begini ya bingung," katanya.

Humas BPSR (Balai Pengelolaan Sampah Regional) TPA Sarimukti, Herry S Wangsaprawira saat ditemui di lokasi mengungkapkan berdasar koordinasi dan arahan dengan pihak UPT UPTD dalam kepedulian bersama BPSR, memohon untuk menindaklanjuti penambahan batu atau material untuk pengerasan jalan.

"Saya telah berkonsultasi dengan Soreang, Kabupaten Bandung untuk adanya jemput bola dan nanti ke wilayah lainnya untuk memberikan undangan resmi," katanya.

Landasan menuju area TPPAS, Herry mengaku sudah baik dan pihaknya telah menyediakan tangki air dan berangkal untuk di musim hujan menghilangkan licin. 

"Ya memang ini dilakukan pengerasan jalan sekitar 50 meter. Kami juga sedang lakukan antisipasi area TPA secara bertahap," ujarnya.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help