Pelungers di Garut Ternyata Masih Sedikit

Para pencinta ayam pelung dari Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Garut, mengakui . . .

Pelungers di Garut Ternyata Masih Sedikit
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kontes ayam pelung di Kampus Universitas Garut, Minggu (11/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para pencinta ayam pelung dari Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Garut, mengakui pehobi ayam pelung di daerah tersebut masih kurang.

Hal tersebut dikarenakan, ayam pelung lebih dahulu dikenal oleh masyarakat Kabupaten Cianjur, terutama daerah Gunung Gede.

Hendis Hamdani, pencinta ayam pelung dari Hippapi, mengatakan, saat ini jumlah pencinta ayam pelung tidak begitu banyak dan hanya terbatas di kalangan tertentu saja.

"Meski sedikit, tetapi setiap kontes yang digelar, ada satu dua yang dari Garut," kata Hendi saat ditemui di kontes ayam pelung di Kampus Uniga, Jalan Raya Samarang, Minggu (1/3/2018).

Kendati tidak banyak, ia mengatakan, beberapa ayam pelung dari para pelungers telah menjuarai sejumlah kontes tingkat lokal maupun nasional.

"Di kontes Gilang Kencana, kawan-kawan dari Garut pernah menjadi juara," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar, ayam pelung memiliki ciri khas berukuran lebih besar dibandingkan ayam pada umumnya dan suaranya khas.


Kekhasan tersebut  yang menjadi daya tarik para pelungers.

Belum lagi, jika ayam pelung itu sudah jadi juara konte, harganya pun bisa mencapai Rp 30 juta.

Sedangkan jika belum pernah menjuarai kontes, harganya hanya sekitar ratusan ribu saja. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved