Terkait Keracunan Massal di Garut, Sampel Makanan Diuji Hari Ini

hasil uji sampel makanan tersebut akan selesai pada Rabu (14/3/2018), karena harus melalui beberapa tahap pemeriksaan.

Terkait Keracunan Massal di Garut, Sampel Makanan Diuji Hari Ini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Korban keracunan hidangan hajatan di Puskesmas Malangbong, Kabupaten Garut, Rabu (7/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, menyebutkan, sampel makanan yang diduga menyebabkan ratusan orang keracunan di Garut sedang diuji di Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Terhitung dari hari Jum'at (9/3/2018), hasil uji sampel makanan tersebut akan selesai pada Rabu (14/3/2018), karena harus melalui beberapa tahap pemeriksaan.

Keracunan makanan ini diketahui bersumber dari beberapa jenis makanan hidangan berupa nasi kotak dan prasmanan, yang dibagikan kepada warga sebanyak 400 buah.

Komposisi makanan tersebut yakni, nasi, olahan rendang daging sapi, sambal goreng kentang, sayur capcay, pepes ikan, tumis bihun, tahu goreng, kerupuk, dan telur rebus.

Kepala Seksi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman, mengatakan, jika setelah dilalukan analisis epidemiologis terbukti mengandung zat yang merugikan, maka akan ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).


"Pengujian memakan waktu lumayan panjang," kata Asep di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kabupaten Garut, Rabu (7/3/2018).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keracunan massal tersebut terjadi pada saat hajatan yang dilaksanakan di Desa Sukawayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, pada pukul 09.00 WIB, Senin (5/3/2018).

Dalam hajatan tersebut, pihak penyelenggaran menyediakan 400 porsi berupa nasi kotak dan prasmanan bagi tamu undangan yang sebagian besar merupakan warga Kampung Rancamaya.

Baca: Jumlah Korban Keracunan Massal di Garut Terus Berkurang

Diketahui, reaksi keracunan makanan tersebut, mulai terasa oleh salah seorang warga pada pukul 18.00 WIB‎ dan kemudian menjalar kepada warga lainnya.

Pada kejadian naas ini, Dinkes telah menghimpun jumlah korban keracunan yakni 202 orang, 165 orang telah dinyatakan sembuh dan 37 masih dalam perawatan.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved