Home »

Garut

Warga Bantaran Sungai Cimanuk Mulai Resah Jika Turun Hujan

"Sebelumnya ada halaman belakang untuk menjemur pakaian, sekarang tidak bisa," katanya.

Warga Bantaran Sungai Cimanuk Mulai Resah Jika Turun Hujan
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Puluhan rumah di Kampung Leuwidaun, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut banyak yang terbawa arus Sungai Cimanuk, Rabu (21/9/2016). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Meski banjir bandang telah terjadi beberapa tahun lalu, warga Kampung Maktal, Desa Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, yang berada di bantaran Sungai Cimanuk masih trauma.

Kini, setiap hujan deras dan debit air meningkat, warga yang bermukim di bantaran Sungai Cimanuk siaga.

Berada hanya beberapa meter saja dari Sungai Cimanuk, membuat sejumlah warga harus siaga saat hujan deras mengguyur dan debit air sungai tersebut meningkat.

Khawatir menimbulkan dampak, saat hujan besar dan volume air mengalami peningkatan, warga selalu mengevakuasikan harta benda merekan ke tempat yang dianggap aman.

Ujang Rustandi (56), warga Kampung Maktal, mengatakan, setiap hujan turun, tebing tanah menjadi pembatas kerap terkikis dan khawatir menjadi longsor.

Baca: Begini Fasilitas Fox Harris City Center Hotel yang Baru Saja Rebranding

Baca: Michael Essien Ternyata Ingin Bawa Motor Trail Kiper Persib Bandung ke Inggris

"Bagian belakang rumah saya sudah tidak menapak tanah, karena terkikis setiap hujan," kata Ujang kepada Tribun Jabar di Kampung Maktal, Kamis (8/3/2018).

Belasan tahun lalu, Ujang mengatakan, rumahnya dengan sungai berjarak hampir 30 meter, tetapi saat ini hanya beberapa meter saja karena hancur terbawa arus banjir bandang pada September 2016.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help