Pemkab Garut Berjanji akan Merelokasi Rumah Warga yang Berada di Bantaran Sungai Cimanuk

Disperkim Kabupaten Garut berjanji akan merelokasi rumah warga yang berada di bantaran Sungai Cimanuk dalam waktu dekat.

Pemkab Garut Berjanji akan Merelokasi Rumah Warga yang Berada di Bantaran Sungai Cimanuk
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kawasan Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, yang bantarannya masih banyak digunakan untuk rumah hunian warga, Kamis (8/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut berjanji akan merelokasi rumah warga yang berada di bantaran Sungai Cimanuk dalam waktu dekat.

Hal tersebut menyusul karena adanya laporan dari warga Kampung Maktal, Desa Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, yang resah tebing yang berada di bawah rumah tersebut mengalami pengikisan setiap harinya.

Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, Dalam Peraturan Bupati (Perbup) no 31 tahun 2016 tentang pedoman pelaksanaan relokasi permukiman bagi korban bandang, dijelaskan, korban banjir bandang telah direlokasi di sejumlah tempat.

Baca: Bocornya Minyak ke Area Warga Bukan Kali Pertama di Tasikmalaya, Titin: Dulu Minyak Tanah

Lokasi tersebut yakni Blok Kelurahan Margawati, Blok Kopi Lombong, Blok Cimurah, Blok Ciseureuh, Blok Panunggangan dan Kelurahan Lengkongjaya.

"Mereka yang menempati lokasi tersebut, merupakan korban banjir bandang yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan sedang," kata Aah di Kantor Disperkim, Jalan Raya Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (8/3/2018).

Tidak bermaksud untuk tidak memberikan solusi kepada korban banjir bandang, Aah mengatakan, hal tersebut akan dilakukan setelah rumah tapak bagi para korban banjir bandang di Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan selesai.


"Setelah beres akan difasilitasi dan pembangunan hunian korban rusak sedang serta berat sudah beres," katanya.

Aah mengatakan, nantinya akan dilakukan tukar aset, kemudian rumah dan tanah tersebut dibongkar serta akan dibangun sejumlah fasilitas.

"Setelah dibangun wilayah bantaran sungai tidak boleh ada permukiman," katanya. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved