Selain Cuaca, Cabai Rawit di Garut Melonjak karena Berbagi Pasokan

Sejak sepekan terakhir ini, harga cabai rawit di Kabupaten Garut terus melonjak naik, hingga mencapai angka Rp 60 ribu perkilogram.

Selain Cuaca, Cabai Rawit di Garut Melonjak karena Berbagi Pasokan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Pedagang cabai rawit di Pasar Guntur Ciawitali Garut, Rabu (7/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, ‎GARUT - Sejumlah pedagang cabai rawit di Kabupaten Garut mengakui, cabai rawit dari daerahnya sendiri cukup diminati di luar Garut.

Saking digandrunginya, pasokan cabai untuk pasar di wilayah Garut sendiri terganggu karena harus berbagi pasokan dengan daerah lain.

Selain harus berbagai dengan daerah lain, pasokan cabai rawit merah pun‎ sepekan terakhir terganggu karena faktor cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen.

Baca: Soal Orangutan Merokok, Bandung Zoo Akan Putuskan Tindakan pada Pemberi Rokok Besok

Suhartono (46), pedagang cabai rawit di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupa‎ten Garut, mengatakan, cabai yang biasa jual kepada pembeli ini berasal dari daerah Kecamatan Pasirwangi dan Cilawu.

"Kami menjual cabai lokal Garut," kata Suhartono di Pasar Guntur Ciawitali Garut, Rabu (7/3/2018).

Sejak sepekan terakhir ini, harga cabai rawit di Kabupaten Garut terus melonjak naik, hingga mencapai angka Rp 60 ribu perkilogram.

Baca: Benarkah Ada Makhluk yang Suka Mengganggu Bayi dan Wanita Hamil Ketika Magrib? Ini Penjelasannya

‎Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribun Jabar di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut, sebelumnya harga cabai rawit merah atau cengek inul, berada di angka Rp 40 ribu perkilogram.

"Kenaikan di awal tahun ini lumayan besar, karena biasanya cuma Rp 2 ribu saja," katanya.


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved