Home »

Garut

Usia Senja dan Badan Tak Lagi Prima, Pengolah Teh Kejek Garut Dambakan Mesin Modern

Oos mengatakan, terkait pengolahan teh dengan cara diinjak, bukan tanpa sebab dan tidak bermaksud ingin mempertahankan tradisi tersebut.

Usia Senja dan Badan Tak Lagi Prima, Pengolah Teh Kejek Garut Dambakan Mesin Modern
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seiring berjalannya waktu, produsen teh dengan cara tradusional di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, mengeluhkan proses produksi yang terus menerus menggunakan cara tradisional.

Sebelumnya, mereka mengolah teh dengan cara diinjak atau kejek sebelum teh disangrai.

Dari proses penyangraian hingga penggarangan teh, produsen masih mengandalkan cara tradisional yang memakan waktu lama.

Akibat masih menggunakan cara tradisional, tempat produksi teh kejek milik Oos Affandi (54), hanya mampu memproduksi setiap harinya 100 kilogram teh saja.

Baca: 6 Hal Menarik Tentang Pebalap Cantik Adel Tan, Balap dari Usia Balita hingga Warisi Nomor Ayah

Baca: Misteri Tewasnya Tukiyem, Satu Keluarga Besar Kesurupan Massal dan Ritual yang Berakhir Mengenaskan

Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.
Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi)

Oos mengatakan, terkait pengolahan teh dengan cara diinjak, bukan tanpa sebab dan tidak bermaksud ingin mempertahankan tradisi tersebut.

"Sebenarnya bisa pakai mesin, namun butuh modal besar," kata Oos di Desa Cigedug, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Selasa (6/3/2018).

Selain itu, Oos mengatakan, para pekerja saat ini berbeda dengan kondisi pada beberapa tahun lalu yang masih memiliki fisik cukup prima.

"Sekarang sudah pada tua, tidak kuat berlama-lama di dalam tempat produksi," katanya.


Berdasarkan informasi, tempat produksi teh milik Oos ini adalah satu-satunya yang masih mempertahankan cara tradisional, dari awal hingga pengepakan.

Berada di tengah kawasan produksi teh modern, teh buatanya tersebut, saat ini hanya mampu memenuhi pasar lokal, yakni Garut.

"Dulu sih sampai daerah luar, bahkan sampai Cina," ujarnya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help