Home »

Garut

Menengok Proses Pembuatan Teh Kejek Asli Garut

Pengolahan teh yang satu-satunya masih mempertahankan cara tradisional, yakni produksi Teh Kejek yang dijalani oleh Oos Affandi (54)

Menengok Proses Pembuatan Teh Kejek Asli Garut
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Di tengah perubahan zaman yang semakin modern, warga di Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, tetap mempertahankan proses pembuatan teh secara tradisional.

Pengolahan teh yang satu-satunya masih mempertahankan cara tradisional, yakni produksi Teh Kejek yang dijalani oleh Oos Affandi (54), warga Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug.

Telah ada sejak 1900 awal, Kejek dalam bahasa sunda memiliki arti yakni diinjak. Hal tersebut dikarenakan proses pengolahan teh ini menggunakan teknik injak.

Sebelum memasuki tahap kejek, teh basah yang baru dipetik itu terlebih dahulu disangrai menggunakan wajan berukuran besar, di atas tungku api atau anglo.

Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.
Proses pembuatan teh kejek di Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi)

Setelah 20 menit proses sangrai , kemudian teh tersebut dipindahkan ke tempat yang menyerupai parit dan selanjutnya dilakukan proses kejek.

Proses kejek ini dipercaya oleh pembuat teh di Desa Cigedug ini, sebagai proses mengeluarkan getah daun teh, agar mendapatkan hasil fermentasi lebih baik.

Lalu, setelah melalui proses kejek, kemudian daun teh tersebut dibawa ke tempat penggarangan untuk proses pengeringan yang di atas bara api.

Kemudian, ditahap akhir, daun teh tersebut disimpan di suatu tempat untuk didiamkan selama tiga hari, setelah itu baru dipilah untuk siap dipasarkan.


Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help