Home »

Garut

Redam Ketakutan Masyarakat, Babinsa di Garut Diperintahkan Jadi Muazin Subuh

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan meredam ketakutan masyarakat terhadap isu penganiayaan dengan sasaran para pemuka agama

Redam Ketakutan Masyarakat, Babinsa di Garut Diperintahkan Jadi Muazin Subuh
Tribun Jateng/ M. Syofri Kurniawan
Para jamaah merapat ke Masjid Agung Demak jelang masuk adzan magrib. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut, memerintahkan kepada seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menjadi muazin pada salat subuh.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan meredam ketakutan masyarakat terhadap isu penganiayaan dengan sasaran para pemuka agama di wilayah Kabupaten Garut.

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Azis, mengatakan hal ini mesti dilakukan oleh seluruh anggota babinsa hingga situasi Kabupaten Garut menjadi kondusif.

"Teknisnya, setiap anggota harus menjadi muazin di setiap wilayah binaannya masing," kata Azis di Universitas Garut, Jalan Raya Samarang, Kabupaten Garut, Minggu (4/3/2018).


Setelah ramainya isu ancaman tersebut, ia langsung menerjunkan seluruh prajurit di setiap desa agar melakukan patroli dan ronda malam di permukiman warga

"Untuk siangnya kami tugaskan untuk menemui ulama dan masyarakat," ungkap dia.

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir, merasa prihatin atas kasus yang menimpa Uyu Ruhyana (56), muazin Masjid Pameungpeuk Garut, terkait laporan palsu kasus penganiayaan.

Akibat adanya hal ini, timbul banyak persepsi di masyarakat mengenai kabar tersebut dan masyarakat pun berspekulasi bahwa kejadian tersebut dilakukan pihak yang memanfaatkan keadaan.

Baca: Pria Mabuk Bawa Gunting di Minimarket, Dua Kasir Perempuan Ketakutan

Sirojul Munir mengatakan, kejadiaan tersebut serupa terjadi di beberapa daerah dan melibatkan para pemuka agama.

‎"Akan tetapi kabar tersebut, harus terlebih dahulu di klarifikasi dan jangan cepata terpengaruh," kata Sirojul Munir.

Ia juga mengatakan, terhadap Uyu penegak hukum harus terus berlanjut, supaya memberikan efek jera dan tidak kembali terulang di tempat lain.

"Hal tersebut dianggap mencoreng," ujarnya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help