Penggiat Seni Budaya dan Lingkungan Bogor-Cianjur Prihatin Aliran Sungai yang Rusak

Ia mengatakan kawasan resapan air di Puncak Cianjur yang bersumber dari kaki. . .

Penggiat Seni Budaya dan Lingkungan Bogor-Cianjur Prihatin Aliran Sungai yang Rusak
ISTIMEWA
Eko Wiwid, Pegiat Budaya dan Lingkungan wilayah Bogor, Puncak, dan Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Penggiat Seni Budaya Dan Lingkungan di kawasan Bogor Puncak Cianjur, Eko Wiwid, merasa prihatin dengan rusaknya daerah aliran sungai di wilayah Cianjur yang bermuara ke Citarum.

Ia mengatakan banyak hulu anak sungai pemasok air DAS Citarum di Puncak Cianjur terancam.

Ia mengatakan kawasan resapan air di Puncak Cianjur yang bersumber dari kaki Gunung Gede Pangrango merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian hidrologi air yang bermuara ke Citarum.

"Dari sekian banyak anak sungai di Bogor dan Cianjur sebagai pemasok air bagi area di bawahnya yang bermuara ke Citarum, kondisinya sudah dalam keadaan terancam. Seperti banyak hulu anak Sungai Cibeet hutannya mulai gundul, hulu anak Sungai Cikundul sudah banyak sampah dan sejumlah anak sungai lainya pun sudah dalam keadaan memprihatinkan," katanya Kamis (1/3/2018) di Cipanas.


Ia berharap semua pihak khususnya pemerintah yang berwenang bisa mengelola daerah-daerah aliran sungai serta instansi yang berkaitan dengan penyelamatan sumber air untuk segera melakukan perbaikan secara estapet dan berkesinambungan.

"Jangan hanya sekadar seremonial," katanya.

Eko mengatakan kawasan Cianjur dan Bogor menyumbang banyak aliran anak sungai ke Citarum seperti Sungai Cibeet, Sungai Cikundul, Sungai Cisarua, Sungai Sindanglaya, Sungai Cipandawa, Sungai Cigombong, Sungai Ciherang, Sungai Cibeureum, Sungai Cianjur dan banyak sungai lainnya mengarah ke muara Sungai Citarum.

"Selain pemerintah sebagai pelaksana kebijakan, saya juga meminta kepada wakil rakyat untuk bisa lebih mengontrol kondisi realitas di lapangan, jangan sekadar mendengar atau menampung kabar atau keluhan warga semata," katanya.

Ia mengajak semua elemen warga dan pemerintah yang ada di Cianjur untuk bergerak.


"Mari saatnya menjadi bagian para pembela alam di bawah Panji Merah Putih dan Garuda. Lepaskan egoistis atribut pakaian atau jabatan, sebab alam semesta tak butuh identitas atribut. Mari tanamkan bakti untuk negeri dimanapun berada," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved