Secara Sukarela, Dosen Ini Bantu Budi Daya Jamur Tiram ke Sejumlah Wilayah
Rama Adi Pratama, akan mengembangkan, program iptek jamur tiram ke sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Garut jurusan agroteknologi pertanian, Rama Adi Pratama, akan mengembangkan, program iptek jamur tiram ke sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.
Tujuan dari iptek ini yakni untuk membantu dan mengembangkan permasalahan aspek produksi pada pengembangan bibit jamur untuk dikonsumsi, yakni jamur tiram.
Rama menyebutkan, pengembangan budidaya jamur tiram atas izin terlebih dahulu dari Menristekditi untuk membantu para petani jamur di daerah.
Sebelum dikembangkan metode untuk menciptakan F0 (bahan utama untuk membuat jamur), para pembudidaya jamur tiram hanya mampu membeli baglog untuk memproduksi jamur saja, namun, adanya produksi yang berasal dari F0, hal tersebut diselesaikan.
Baca: Penempatan Alat Peraga Kampanye Sudah Ditentukan KPU
"Melalui metode ini, produksi jamur akan meningkat," kata Rama di Kampung Cikarokrok, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (27/2/2018).
Daerah yang baru dikembangkan oleh Rama, baru di Desa Banyuresmi dan Kecamatan Wanaraja akan menjadi program selanjutnya.
"Terlebih dahulu saya akan konsen di jamur, karena ini sangat berpotensi," katanya.
Selain itu, Rama mengatakan, metode baru dilakukan agar para petani jamur tiram tidak terus menerus melakukan cara konvensional yang tidak begitu optimal.
Pelatih dan Manajemen Persib Diduga Tak Sinkron, Ini Jawaban Mario Gomez https://t.co/MeVKL8buNY via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 26, 2018
"Cara laboratorium, saya terapkan kepada mereka, seperti, harus wajib menggunakan alkohol saat akan menanam jamur," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jamur-tiram_20180227_171255.jpg)