Hujan Dua Hari Sebabkan 72 Titik Longsor dan 14 Rumah Rusak Berat di Ciamis

Dari 18 desa yang ada di Panawangan, kejadian longsor secara sporadic terjadi di 13 desa termasuk juga gerakan tanah.

Hujan Dua Hari Sebabkan 72 Titik Longsor dan 14 Rumah Rusak Berat di Ciamis
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
ILUSTRASI ---Warga Kampung Jemprak RT 09/03, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, mulai bergotong royong memperbaiki jalur jalan yang terkena longsor, Kamis (8/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Hujan lebat yang mengguyur Ciamis selama dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (20-21/2/2018) memciu terjadinya longsor dan gerakan tanah.

Setidaknya ada 72 titik longsor yang tersebar di sembilan kecamatan. Dampak lainnya, 14 rumah rusak parah, 93 rumah lainnya terancam.

Sebanyak 13 rumah di Dusun Sudimara Rt 01 RW 01 Desa/Kecamatan Panawangan rusak akibat gerakan tanah dan 33 rumah lainnya terancam dan satu rumah ambruk dan 8 lainnya terancam akibat runtuh tebing longsor di Dusun Cigobang di desa yang sama.

Dari 9 kecamatan yang kena longsor dan retakan tanah akibat guyuran hujan dua hari berturut-turut yang disertai angin kencang dan petir terutama pada sore hari tersebut paling parah terjadi di Kecamatan Panawangan.

“Dari 18 desa yang ada di Panawangan, kejadian longsor secara sporadic terjadi di 13 desa termasuk juga gerakan tanah. Petugas kami sampai siang ini masih melakukan pendataan. Rumah yang ambruk Cuma satu di Cigobang dan 13 lainnya akibat retakan tanah di Sudimara,” ujar Camat Panawangan Ono Rohana kepada Tribun Kamis (22/2).


Dari 13 desa yang kena longsor tersebut menurut Ono yang paling parah terjadi di Desa Panawangan. Terutama di Dusun Sudimara Rt 01 RW 01 Blok CilameDesa Panawangan, 13 rumah terkepung retakan tanah, lantai, dinding, halamannya retak-retak.

Dan 33 rumah lainnya di Rt yang sama terancam. “Penghuni rumah kalau malam hari atau saat turun hujan memilih mengungsi ke rumah tetangga atau ke rumah saudara, Khawatir terjadi longsor susulan,” katanya.

Gerakan tanah di Dusun Sudimara ini sudah terjadi sejak Selasa (20/2) sore dan terus berangsur meluas. “Makanya kami minta warga setempat selalu waspada,” ujar Ono.

Sementara di Dusun Cibogor sebanyak 5 rumah terancam akibat longsor, berikut di Dusun Cogreg (1 rumah), Cigobang ( 9 rumah), Dusun Kelapa ( 14 rumah), Salam (7 rumah), dan Dusun Panawangan 6 rumah yang terancam. Berikut tembok penahan tebing (TPT) saluran irigasi Tando di Desa Panawangan jebol runtuh.

Di Desa Indragiri Dusun Legok 2, sebanyak 4 rumah kena longsor, di Desa Mekarbuana Dusun Kelapa 1 rumah terancam, di Desa Nagarawangi 3 rumah terancam yakni di Dusun Naretel (2 rumah) dan Dusun Lintung Goong ( 1 rumah). Di Desa Cinyasag ruas jalan desa tertimbun longsor. Di Desa Gardujaya ruas jalan tertimbun longsor.

Di Dusun Jagabaya Desa Jagabaya tidak hanya 4 rumah yang terancam tetapi saluran irigasi DI (daerah irigasi) Jagabaya ambles akibat terjangan longsor.

“Itu data sementara, petugas terus mendata, Warga hari ini sudah melakukan gotong royong menyingkirkan puing-puing longsor,” ujar Camat Ono.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Ciamis Ani Supiani yang didampingi petugas Satgas/Puskodalops BPBD Ciamis, Jajang Maulana kepada Tribun, Kamis (22/2/2018), mengatakan, hujan lebat yang mengguyur Ciamis selama dua hari berturut-turut Selasa-Rabu (20-21/2) yang disertai angin kencang dan petir setidaknya telah memicu terjadinya longsor di 72 titik yang tersebar di 9 kecamatan.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved