SOROT

Masuk Tahun Politik yang Panjang, Waspada Berita Hoaks!

Jika benar ada orang gila menganiaya kiai, tentu kita turut prihatin. Namun sangat dilarang membuat kesimpulan

Masuk Tahun Politik yang Panjang, Waspada Berita Hoaks!
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

Jika kita mendapati banyak polisi menyambangi masjid-masjid, ikut salat berjemaah, kemudian berdiskusi dengan jemaah atau pengurus masjid, itu karena kepolisian daerah Jawa Barat sedang membangun komunikasi agar keamanan di Jabar tetap kondusif.

Sebab, belakangan merebak isu orang gila 'memburu' para kiai atau ulama. Isu yang terus bergulir melalui saluran media sosial atau dari mulut ke mulut ini sangat meresahkan masyarakat.

Umumnya, banyak orang yang percaya dengan obrolan ‘orang-orang gila bersekutu memburu ulama.’ Apalagi belakangan memang banyak pemberitaan terkait ulama yang dianiaya. Peristiwa itu belum tentu direncanakan, tapi rentetan kejadian yang berdekatan seolah itu sebuah setingan.

Dalam sebuah kesempatan, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto, mengatakan, para polisi itu memang ditugaskan untuk menyambangi masjid-masjid. Tujuannya bersilaturahmi dengan jemaah, menjelaskan kondisi keamanan yang sebenarnya dan masyarakat tidak perlu resah karena Jawa Barat dalam keadaan aman.

Peristiwa tindak kriminal itu potensinya tetap ada, tidak hanya di lingkungan masjid, tapi di banyak tempat yang tak bisa diduga. Maka, masyarakat diajak untuk terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kehadiran polisi di tengah-tengah jemaah masjid, akan menumbuhkan rasa aman. Jemaah pun merasa gembira.


Soal orang gila menganiaya kiai apakah berita yang benar? Dari sekian banyak kasus tindak kekerasan, memang ada di antaranya orang gila yang menganiaya kiai. Namun, beritanya menjadi liar setelah menembus dinding linimasa. Sebab cerita itu terkadang menjadi tidak utuh, ada fakta-fakta yang hilang. Mereka yang membaca pun terkadang lupa melakukan cek ulang, benar atau salah.

Sebagai contoh, ada pemberitaan yang menyebutkan seorang kiai dianiaya oleh orang tak dikenal. Padahal pelaku adalah tetangga korban. Maka, keterangan ‘orang tak dikenal’ ini memunculkan persepsi yang liar. Orang bisa berasumsi ada pihak-pihak yang sengaja mendatangkan orang gila untuk membuat ontran-ontran atau kegaduhan.

Jika benar ada orang gila menganiaya kiai, tentu kita turut prihatin. Namun sangat dilarang membuat kesimpulan apalagi menambahkan cerita menjadi cerita-cerita yang mengerikan. Jika kita melakukannya, kita termasuk kelompok orang-orang yang menyebarkan berita bohong.

Halaman
12
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved