Imlek 2018

Imlek: Filosofis, Iman dan Kultural

Menurut Koh Acun makna tahun baru Imlek (Kongzili) bagi umat Khonghucu secara garis besar terbagi menjadi tiga aspek.

Imlek: Filosofis, Iman dan Kultural
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Koh Acun, Wakil Ketua Pengurus Klenteng Kong Miao, saat menyampaikan materinya tentang makna tahun baru imlek di hadapan peserta Tur Malam Imlek 2018 Bersama Jakatarub, di Klenteng Kong Miao, Jalan Cibadak, Kota Bandung, Kamis (15/2/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahun Baru Imlek merupakan tradisi pergantian tahun baru bagi etnis Tionghoa.

Kendati begitu, ada pula yang memaknainya sebagai perayaan pergantian musim semi yang diwujudkan dengan bentuk euforia.

Menurut Koh Acun, selaku Wakil Ketua Pengurus Kelenteng Kong Miao (Majelis Agama Khonghocu Bandung), makna tahun baru Imlek (Kongzili) bagi umat Khonghucu secara garis besar terbagi menjadi tiga aspek.

Baca: Tahun Baru Imlek, Ternyata Keluarga Belum Jenguk Ahok di Mako Brimob

1. Aspek Filosofis

Koh Acun menuturkan, jika dipandang dari segi filosofis, tahun baru imlek itu memiliki makna dari awal kehidupan baru yang diwujudkan dalam dimensi berbeda.

"Oleh leluhur penganut Khonghocu, pada mulanya tahun baru imlek ini bertujuan untuk memperbaiki atau memperbaruhi tingkat kehidupan, agar lebih baik dan lebih baik lagi," jelas Koh Acun, saat menyampaikan materinya di hadapan peserta Tur Malam Imlek 2018 Bersama Jakatarub, di Kelenteng Kong Miao, Jalan Cibadak, Kota Bandung, Kamis (15/2/2018) malam.

Baca: Manfaat Luar Biasa Bawang Merah, Ternyata Bisa Cegah Kita Terkena Penyakit Mematikan Ini

2. Aspek Iman

Halaman
12
Penulis: Fasko dehotman
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help