Heroik! Pelatih Ini Jadikan Tubuhnya Sebagai Tameng untuk Lindungi Siswanya dari Tembakan Pistol

sai penembakan, Aaron segera dibawa ke rumah sakit setempat. Kini, ia tengah meregang nyawa dan bertarung untuk hidupnya.

Heroik! Pelatih Ini Jadikan Tubuhnya Sebagai Tameng untuk Lindungi Siswanya dari Tembakan Pistol
CBC
Siswi Marjory Stoneman Douglas menangis usai berhasil lolos dari aksi penembakan di Florida 

TRIBUNJABAR.ID, FLORIDA - Tindakan heroik dilakukan oleh seorang pelatih sepakbola di hadapan para siswanya di tengah insiden penembakan yang terjadi di sekolah menengah atas Marjory Stoneman Douglas, Amerika Serikat, Rabu (14/2/2018) lalu.

Pelatih yang bernama Aaron Feis itu menggunakan badannya sebagai tameng untuk melindungi para siswanya dari terjangan peluru.

Seperti diketahui, terjadi pembantaian yang dilakukan Nikolas Cruz, remaja berusia 19 tahun, yang menembak teman-temannya dengan pistol.

Baca: Selepas dari Jepara, Persib Bandung Belum Tentukan Lokasi Pemusatan Latihan Berikut

Dilaporkan Evening Standard, 17 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka setelah penyerangan tersebut.

Usai penembakan, Aaron segera dibawa ke rumah sakit setempat. Kini, ia tengah meregang nyawa dan bertarung untuk hidupnya.

Charlie Rothkopf, siswa dari SMA tersebut, berkicau melalui akun Twitternya sekaligus mengunggah foto dari Feis.

"Bisakah orang-orang mengambil waktu beberapa detik untuk pelatihku, ia menerima sejumlah peluru karena melindungi murid-muridnya di Douglas," katanya.

Pengguna Instagram, Angelica Losada menayangkan gambar dari pelatih bersama bayinya. "Ini, saudara - saudari, wajah dari seorang pahlawan," ujar Angelica.

"Pelatih Aaros Feis terluka akibat melindungi siswanya dalam penembakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas, seperti laporan terakhir, ia sedang dalam kondisi kritis," ujarnya.

Guru dan murid lainnya berlindung dan bersembunyi di balik meja, sambil menunggu petugas mencari pelaku penembakan pada pukul 4 sore hari waktu setempat.

Tersangka Cruz, dikeluarkan dari sekolah karena masalah kedisiplinan. Teman-temannya menggambarkan Cruz sebagai sosok yang terobesesi oleh senapan.

Penulis: Yudha Maulana
Editor: Yudha Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help