Pilkada Serentak

Semua Kerusuhan Pilkada yang Berpotensi Terjadi Disimulasikan dalam Sispam Kota

Skenario itu di antaranya, pengamanan distribusi Kotak suara, pengamanan masa kampanye, pengamanan masa pemungutan suara, pengamanan . . .

Semua Kerusuhan Pilkada yang Berpotensi Terjadi Disimulasikan dalam Sispam Kota
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Semua kerusuhan yang berpotensi terjadi di lokasi Pilkada serentak 2018 digambarkan dalam simulasi sistem pengamanan (sispam) di Lapangan Brigif, Kota Cimahi Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Semua kerusuhan yang berpotensi terjadi di lokasi Pilkada serentak 2018 digambarkan dalam simulasi sistem pengamanan (sispam) di Lapangan Brigif, Kota Cimahi Kamis (15/2/2018).

Acara tersebut disaksikan langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Irwasum Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno, AsOps Kapolri, Irjen M. Iriawan, Kabarhakam, Irjen Moehgiarto, Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna dan Sejumlah Kapolres di daerah Jabar.

Pantauan Tribun Jabar, skenario penjinakan bom dan pembubaran massa ditampilkan pada sispam tersebut.

Skenario itu di antaranya, pengamanan distribusi Kotak suara, pengamanan masa kampanye, pengamanan masa pemungutan suara, pengamanan masa penghitungan suara.

Baca: Ini Besaran Dana Awal Kampanye 4 Pasang Cagub - Cawagub Jabar, RINDU Tertinggi

Selain itu ditampilkan penyelamatan tim taktis terhadap anggota KPU yang diculik oknum, penyelamatan calon Walikota yang akan diserang oleh massa lawan, dan pembubaran massa dengan senjata api peluru karet.

Aksi itu layaknya film laga, beberapa bangunan replika seperti tempat pencoblosan, Kantor KPU dan suasana perkotaan dibuat semi permanen untuk mendukung atraksi simulasi tersebut.


Simulasi sispam tersebut melibatkan sekitar 2.000 personel dengan melibatkan unsur masyarakat, pemerintah dan TNI.

Selain itu sejumlah kendaraan taktis dan helikopter pun digunakan dalam simulasi tersebut.

Ditemui usai acara, Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan simulasi yang dilakukan merupakan asumsi dari kejadian sebenarnya yang bisa saja terjadi.

"Ini sebagai bentuk bahwa kami siap melaksanakan pengamanan di Pilkada Serentak di Jabar," ujar Agung.

Atas hal itu kata Agung, pihak keamanan bisa siap dengan segala tindakannya dan semua jajaran serta masyarakat sudah berlatih dalam empat hari terakhir untuk simulasi tersebut. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help