TribunJabar/

Mengapa Setir Mobil di Indonesia Ada di Sisi Kanan? Apa Hubungannya dengan Belanda dan Cemeti?

Selain Inggris dan Jepang, yang juga mengadopsi setir kanan adalah Indonesia, Australia, dan Malaysia.

Mengapa Setir Mobil di Indonesia Ada di Sisi Kanan? Apa Hubungannya dengan Belanda dan Cemeti?
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Fin Komodo KD 250 X Mobil Off Road karya anak muda Cimahi dipamerkan dia acara Cimahi Inovation & Technology Festival 2017, di Gedung Technopark, Jalan Baros, Kota Cimahi, Jumat (8/12/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Salah satu pertanyaan yang banyak diajukan ke warga Inggris adalah mengapa setir mobil di negara ini berada di sisi kanan, sementara setir mobil-mobil di Eropa daratan berada di sisi kiri?

Ternyata, asal-usul setir kanan terkait dengan kebiasaan ketika Inggris berada di bawah kekuasaan Romawi.

"Hampir semua orang melakukan aktivitas dengan tanan kanan. Mereka biasanya mengendalikan kuda dengan tangan kiri dan membawa senjata dengan tangan kanan. Posisi ideal untuk bertempur," jelas Stephen Laing, kurator di Museum Transportasi Inggris di Warwickshire.

"Tentara Romawi berbaris di sisi kiri jalan dan konvensi ini berlaku (di Inggris) hingga sekarang," tambahnya.

Kebiasaan kendaraan melaju di sisi kiri jalan dimasukkan dalam undang-undang jalan raya yang disahkan pada 1835 dan aturan ini diterapkan ke wilayah-wilayah yang menjadi koloni Inggris, kata penulis transportasi, Giles Chapman.

"Aturan ini antara lain diekspor ke Jepang di mana para insinyur Inggris merancang kereta yang didesain untuk dikemudikan di sisi kiri. Akibatnya, muncul aturan yang mewajibkan berkendara di sisi kiri," urai Chapman.

Baca: Mario Gomez Contohkan PSM Makassar Musim Lalu, Jeblok di Pramusim tapi Joss di Liga 1

Baca: Caci Sandiaga Uno, Raut Deddy Corbuzier Langsung Berubah Ketika Tahu Dia di Sebelah

Dengan berada di sisi kiri jalan, maka dengan sendirinya posisi setir akan di sebelah kanan.

Selain Inggris dan Jepang, yang juga mengadopsi setir kanan adalah Indonesia, Australia, dan Malaysia.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help