Impian Mutia Rahmi Ubah Stigma Pustakawan di Masyarakat

Pustakawan itu tidak hanya sekadar diam dan menjaga perpustakaan, tetapi ada keahlian-keahlian khusus yang dipelajari oleh pustakawan.

Impian Mutia Rahmi Ubah Stigma Pustakawan di Masyarakat
Tribun Jabar/Fidya Alifa
Mutia Rahmi tengah menata buku di rak perpustakaan STIMLOG, Jalan Sari Asih, Bandung, Rabu (14/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fidya Alifa

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Mutia Rahmi (24) mempunyai impian untuk mengubah stigma pustakawan yang tumbuh di masyarakat.

Pustakawan itu tidak hanya sekadar diam dan menjaga perpustakaan, tetapi ada keahlian-keahlian khusus yang dipelajari oleh pustakawan.

Rasa kecintaan Mutia kepada dunia membaca dan keperpustakaan tumbuh saat SD.

Ketika itu, ia mengikuti Pekan Anak Gemar Membaca di Pontianak dan menjuarai lomba mengarang.

Setiap Sabtu, saat sekolah libur, perempuan yang lahir di Pontianak ini dan ayahnya mengunjungi perpustakaan daerah. Kebiasaan inilah yang membuat Mutia tumbuh menjadi anak yang tidak alergi dengan buku.

Baca: Ini Besaran Dana Awal Kampanye 4 Pasang Cagub - Cawagub Jabar, RINDU Tertinggi

Saat ini, Mutia bekerja sebagai Kepala Perpustakaan di Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia, Jalan Sari Asih, Sarijadi, Bandung.

"Masih ada yang mengelola perpustakaan itu tidak dibekali ilmu perpustakaan, padahal tugas pustakawan bukan hanya menjaga perpustakaan. Ada program-program dan penelitian sampai akhirnya melahirkan inovasi untuk pelayanan yang lebih baik," ujar Mutia di STIMLOG, Rabu (14/2/2018).

Menjadi kepala perpustakaan ini STIMLOG, perempuan berkerudung ini merasakan tantangan tersendiri.

Halaman
123
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help