Orang Tua Siswa Aniaya Kepsek

5 Fakta Penganiayaan Kepsek oleh Orang Tua Siswa, Pelaku Mantan Residivis Pembunuhan

Kini, dunia pendidikan kembali tercoreng akibat aksi penganiayaan kepada seorang kepala sekolah di SMP 4 Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

5 Fakta Penganiayaan Kepsek oleh Orang Tua Siswa, Pelaku Mantan Residivis Pembunuhan
Kolase Tribun Jabar
5 Fakta Penganiayaan Kepsek di SMP 4 Lolak 

TRIBUNJABAR.ID - Belum lama ini, dunia pendidikan di Tanah Air berduka akibat kasus penganiayaan oleh murid kepada guru yang mengakibatkan Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian, tewas di Sampang, Madura, Kamis (1/2/2018) lalu.

Kini, dunia pendidikan kembali tercoreng akibat aksi penganiayaan kepada seorang kepala sekolah di SMP 4 Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Namun, kali ini aksi penganiayaan tersebut tidak dilakukan oleh siswa, melainkan oleh orang tua siswa berinisial DP pada Selasa (13/2/2018). Aksi cukup brutal, karena menggunakan meja untuk memukuli korban.

Berikut Tribun Jabar rangkum dari Tribun Manado, segelintir fakta yang menyebabkan Astri Tampi (57), kepsek SMP 4 Lolak mengalami luka di tangan, hidung patah, lebam di kepala terkena kaca, sakit di punggung akibat dianiaya DP (41) yang tak lain merupakan orang tua dari anak didiknya, yang berinisial P.

Kepsek SMP Negeri 4 Lolak, Astri Tampi, korban penganiayaan wali murid
Kepsek SMP Negeri 4 Lolak, Astri Tampi, korban penganiayaan wali murid (Tribun Manado/Arthur Rompis)

1. Pelaku Awalnya ramah, Kemudian Menjadi Buas

Salah satu guru di SMP Negeri 4 Lolak, Nursiah Saka, mengatakan, tidak ada gelagat mencurigakan dari DP ketika masuk ke dalam ruangan guru.

"Tersangka datang di sekolah terlihat biasa dan ramah karena memberikan salam kepada guru-guru di sekolah," ucap Nursiah Saka, satu di antara guru SMP Negeri 4 Lolak didampingi beberapa guru, Rabu (14/2/2018) seperti dilansir dari Tribun Manado.

Baca: Usai Debut, Eks Pelatih Persib Bandung Ini Harus Pisah dengan Tim Asal Thailand, Apa Sebab?

Setelah itu, tersangka masuk ke ruangan kepsek untuk menandatangani surat pernyataan sebagai orangtua karena anaknya terduga mengunggah foto alat tes kehamilan yang seharusnya tidak menjadi perbincangan pada usia mereka.

Dalam ruangan kepsek, Selasa (13/2/2018) pukul 09.30 Wita itu, hanya ada mereka berdua, sementara anak tersangka dan beberapa guru sedang berada di ruang guru.

Halaman
1234
Penulis: Yudha Maulana
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help