TribunJabar/

Kisah Pengusaha Pasar Malam, Berguguran di Tengah Perkembangan Zaman

Grup pasar malam ini menjadi satu diantara sedikit grup pasar malam yang masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Kisah Pengusaha Pasar Malam, Berguguran di Tengah Perkembangan Zaman
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Langit mendung menaungi Pasar Malam Jaya Mandiri Grup yang digelar di Alun-Alun Tanjungsari, Rabu (14/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jaya Mandiri Grup adalah grup pasar malam yang sudah berdiri sejak 18 tahun lalu, sejak 2000.

Grup pasar malam ini menjadi satu diantara sedikit grup pasar malam yang masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Grup lain sudah banyak yang tidak kuat melanjutkan (menggelar pasar malam) akhirnya tutup," ujar Tatang Nurul Khoer (37), pengurus Pasar Malam Jaya Mandiri Grup, ketika ditemui Tribun Jabar di pasar malam yang digelarnya di Alun-Alun Tanjungsari, Sumedang, Rabu (14/2/2018).

Grup-grup pasar malam yang tidak kuat bertahan, Tatang Nurul Khoer mengungkapkan, kebanyakan memilih untuk menyewakan wahana yang dimilikinya.

Hal tersebut dipilih karena membutuhkan modal yang lebih kecil dan keutungan yang pasti dibandingkan menggelar pasar malam.

Baca: Pengusaha Pasar Malam: Hanya Saat Hujan Saja KO, Omsetnya Kering

"Bayangkan saja, untuk menggelar pasar malam 20 hari saja, modal habis 75 juta rupiah, belum operasionalnya," ujar Tatang Nurul Khoer.

Biaya Rp. 75 juta tersebut digunakan untuk tenda, perizinan, panggung, dan lain sebagainya, sementara itu uang operasional untuk bahan bakar penggerak mesin di luar dari itu.

Untuk mesin wahana misalnya, biaya bahan bakarnya Rp. 100 ribu hanya untuk dua hari, bila 20 hari mencapai satu juta rupiah.

Halaman
12
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help