'Jelang Pemilu, Selalu Ada Isu Agama yang Dimainkan'

"Apalagi masyarakat kita sudah majemuk dan sangat sensitif apabila ada isu yang beririsan dengan agama...," uajr Theo

'Jelang Pemilu, Selalu Ada Isu Agama yang Dimainkan'
Istimewa
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Ma?ryoto saat menjenguk KH Umar Basri yang korban penganiayaan di RS Al Islam Bandung, Minggu (28/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejadian penganiayaan terhadap beberapa tokoh agama menjadi perhatian setiap lapisan masyarakat.

Sebagai contoh kasus ialah penganiayaan yang dilakukan terhadap pengasuh pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka Bandung Barat, KH Umar Basri saat kiai tengah melakukan zikir usai melaksanakan shalat subuh.

"Beberapa hari juga terjadi pemukulan yang mengakibatkan Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto meninggal dunia menjadi sederet tragedi buruk yang menimpa para pemuka agama," kata Kordinator Wilayah 3, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Korwil 3 PP GMKI), Theo Cosner Tambunan melalui sambungan telepon, Selasa (13/2/2018).

Pra rekontruksi kasus penganiayaan pengurus Persis Pusat, HR Prawoto (40) digelar di lokasi kejadian, Blok Sawah Kelurahan Cigondewah Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Jumat (2/2) dengan terduga pelaku Asep Maftuh (45), ?pria depresi?.
Pra rekontruksi kasus penganiayaan pengurus Persis Pusat, HR Prawoto (40) digelar di lokasi kejadian, Blok Sawah Kelurahan Cigondewah Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Jumat (2/2) dengan terduga pelaku Asep Maftuh (45), ?pria depresi?. (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

Menurut Advokat muda ini, kejadian di Jawa Barat tersebut memiliki pola penyerangan yang sama yaitu dilakukan oleh orang yang tidak waras terhadap ulama/ustaz.

Theo melihat, bisa jadi hal tersebut merupakan suatu kebetulan, namun bisa jadi ada motif lain yang ingin disampaikan otak pelaku dibalik penyerangan.

“Saya melihat kasus-kasus ini tidak berdiri sendiri namun sudah terangkai , dan selalu dikaitkan dengan isu kebangkitan PKI apalagi mengingat tahun politik semakin dekat," kata Theo, Selasa (13/2/2018).

Baca: Tak Kunjung Dapat Visa Berobat, 54 Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Penantian

Hal serupa terjadi di Yogyakarta, Romo Karl Edmund Prier S.J yang sedang memimpin misa di Gereja santa Lidwina Sleman tiba-tiba diserang oleh seorang pemuda menggunakan pedang.

Hal tersebut mengakibkatkan Romo Pries harus dirawat di ruang 'intensive care' Unit Rumah Sakit Panti Rapih akibat terkena sabetan senjata tajam.

“Belum ada alasan yang pasti dibalik penyerangan yang akhir-akhir ini dilakukan terhadap pemuka agama, namun pihak Kepolisian harus cepat dalam mengungkap motif dibalik penyerangan tersebut," kata Theo Cosner Tambunan.

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat menjenguk KH Umar Basri di RS Al Islam, Kota Bandung, Senin (29/1/2018)
Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat menjenguk KH Umar Basri di RS Al Islam, Kota Bandung, Senin (29/1/2018) (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Theo menilai bahwa tindakan penyerangan yang dilakukan terhadap pemuka agama merupakan tindakan intoleran dan tidak bertanggungjawab karena hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama manapun.

Theo mengatakan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 sehingga perlu suasana yang kondusif dan tentram dalam menyambut pesta demokrasi dan masyarakat tidak terprovokasi dengan isu tersebut.

Putra kelahiran Sumatera Utara tersebut juga menambahkan dalam suasana menjelang Pemilu memang selalu ada isu yang akan dimainkan untuk menghilangkan kepercayaan publik terhadap pemimpinnya sehingga membutuhkan sosok pimpinan baru yang dapat mengatasi persoalan masyarakat yang sedang terjadi.

Baca: Dapat Nomor Urut Satu, Ridwan Kamil: Jadi Mudah untuk Buat Slogannya

Ia juga mengatakan bahwa Negara ini adalah warisan nenek moyang yang harus dijaga oleh semua pihak, tidak untuk kepentingan satu individu, kelompok atau golongan tertentu.

" Apalagi masyarakat kita sudah majemuk dan sangat sensitif apabila ada isu yang beririsan dengan agama. Kita semua tentunya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasanya," kata Theo Cosner, Selasa (13/2/2018).

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved