TribunJabar/

Yuk Bercocok Tanam Bersama Komunitas 1000 Kebun

Hangatnya isu urban farming, yaitu program bercocok tanam di rumah dan area perkotaan membuat munculnya komunitas 1.000 kebun di kota Bandung.

Yuk Bercocok Tanam Bersama Komunitas 1000 Kebun
Tribun Jabar/ Putri Puspita
Galih Raditya, selaku koordinator 1.000 kebun 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Anda senang bercocok tanam dan berkebun di rumah?

Bercocok tanam dirumah adalah hal yang biasa dilakukan masyarakat pedesaan.

Hangatnya isu urban farming, yaitu program bercocok tanam di rumah dan area perkotaan membuat munculnya komunitas 1.000 kebun di kota Bandung.

Komunitas 1.000 kebun merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kepedulian di bidang pangan.

Baca: Peroleh Tiga Sumber Dana, Pembangunan Bandara Jawa Barat Diharapkan Cepat Selesai

Komunitas 1.000 kebun berdiri sejak 2015 lalu, Galih Raditya, selaku koordinator 1.000 kebun mengatakan, sambutan masyarakat begitu besar dengan adanya komunitas ini.

Saat ini Komunitas 1.000 kebun memiliki sekitar 250 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

 stand sayuran organik di Komunitas 1.000 kebun di acara Keukeun
stand sayuran organik di Komunitas 1.000 kebun di acara Keukeun (Tribun Jabar/ Putri Puspita)

"Anggotanya terdiri dari ahli energi terbarukan, ahli mengolah sayuran, produsen lokal, ada yang hobi saja dan penggiat lingkungan hidup," ujar Galih Raditya di Arcamanik, Selasa (13/2/2018).

Galih mengatakan, di komunitas 1.000 kebun tidak membatasi hanya profesi tertentu saja (petani) yang dapat bergabung, karena menurutnya semua anggota adalah kesatuan yang saling membutuhkan.

Komunitas ini tidak memiliki perkebunan sendiri, tetapi dengan adanya komunitas 1000 kebun ini dapat menghubungkan berbagai macam petani dan produsen yang senang bercocok tanam sehingga setiap anggota dapat berutkar pikiran dan pengalaman terkait masalah pangan.


Galih mengatakan saat ini, terdapat salah satu program unggulan komunitas 1.000 kebun, bernama 1000 Kebun Urban Farming.

Program tersebut memanfaatkan lahan yang ada di kota untuk dijadikan mini kebun. Dengan adanya kebun tersebut tentu dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan serta menjaga suhu lingkungan menjadi lebih sejuk.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help