Pilwakot Bandung

Usai Pengundian Nomor Urut, Ini Agenda Balon Wali Kota Bandung Selanjutnya

Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengatakan, alasannya menggelar proses pengundian nomor urut paslon secara meriah

Usai Pengundian Nomor Urut, Ini Agenda Balon Wali Kota Bandung Selanjutnya
Tribun Jabar/Cipta Permana
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengumumkan nomor urut yang telah di dapatkan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2018 - 2023, dalam mekanisme pengundian yang digelar secara meriah dan menghibur di GOR Pajajaran Kota Bandung, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengumumkan nomor urut yang telah di dapatkan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2018 - 2023, dalam mekanisme pengundian yang digelar secara meriah dan menghibur di GOR Pajajaran Kota Bandung, Selasa (13/2/2018).

Proses pengambilan nomor urut paslon dilakukan dengan cara yang berbeda, karena terlebih dahulu diadakan kuis teka teki silang dengan para paslon sebagai pesertanya. Kemudian masing-masing paslon memecahkan balon yang berisi nomor urut yang dapat menentukan urutan ketiganya dalam kampanye dan surat suara yang diterbitkan oleh KPU.

Dalam pengundian nomor urut tersebut, pasangan Nurul Qomaril Arifin - Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) mendapatkan nomor satu, sementara Yossi Irianto - Aries Supriatna meraih nomor dua, dan pasangan Oded M Danial - Yana Mulyana mendapati nomor tiga untuk maju dalam pilwakot Kota Bandung 2018 pada Bulan Juni mendatang.

Baca: Emil Resmikan Operasional Bus Bandros Baru, Ini 5 Rute, Warna Bus, dan Tarifnya

Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengatakan, alasannya menggelar proses pengundian nomor urut paslon secara meriah, karena pihaknya ingin memunculkan spirit kebersamaan baik bagi ketiga paslon, termasuk masing-masing tim pendukung.

"Kami ingin kegiatan pengundian nomor urut ini dapat menumbuhkan spirit dan motivasi yang sama bagi pasangan calon juga tim pendukungnya dengan adanya interaksi aktif agar bisa meredakan ketegangan, stress, dan dilalui dengan gembira. Maka kita berharap proses pilkada ini bisa jadi wisata politik dan sarana edukasi bagi masyarakat," ujarnya kepada wartawan di lokasi yang sama.

Untuk tahapan selanjutnya, kata Rifqi, ketiga calon akan melalui proses deklarasi kampanye damai yang berlangsung di Monumen Perjuangan Kota Bandung pada Kamis (15/2/2018).

Baca: Ayahnya Meninggal, Keponakan Ashanty Ini Malah Banjir Hujatan: Tobat Millen!

Setelah kegiatan tersebut, para paslon akan melakukan konvoi keliling Kota Bandung untuk menyebarkan alat peraga kampanye dan juga ajakan kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi untuk menciptakan kampanye Pilwakot Bandung 2018 secara damai, baik dan lancar.

Rifqi menambahkan, setelah mendapatkan nomor urut ini, para pasangan calon secara otomatis tidak boleh lagi menggunakan atribut atau gelar jabatan di institusi masing-masing yang selama ini melekat, termasuk juga dilarang memanfaatkan fasilitas kedinasan semenjak dilakukan penetapan pasangan calon.

"Jadi sebetulnya sejak penetapan calon, Senin (12/2/2018) kemarin, seperti Pak Yossi dan Pak Aries mengajukan pengunduran diri sebagai sekda Kota Bandung dan anggota dewan, begitu juga pak Oded sudah harus mengajukan cuti mulai besok (15/2/2018) sudah tidak boleh membawa gelar jabatan, termasuk fasilitas milik negara, seperi rumah dan mobil dinas, juga sekpri yang melekat dengan jabatannya, dan diganti oleh pengawal pribadi (walpri) dari kepolisian," ucapnya.

Disinggung mengenai penggunaan nama dalam kampanye, Rifqi menjelaskan, masing-masing pasangan calon harus menggunakan nama sebenarnya yang tercantum sesuai dengan identitas di KTP. Nama tersebut juga berlaku digunakan dalam surat suara dan alat peraga kampanye.


Penulis: Cipta Permana
Editor: Yudha Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved