TribunJabar/

Sakit Hati Gara-gara Dipecat dan Pesangon Tak Sesuai Harapan, Dhawer Ancam Ledakkan Rumah Ibadah

Dadang melakukan itu karena sakit‎ hati setelah di PHK dari sebuah perusahaan di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Sakit Hati Gara-gara Dipecat dan Pesangon Tak Sesuai Harapan, Dhawer Ancam Ledakkan Rumah Ibadah
mega nugraha/tribun jabar
Dadang Purnama alias Dhawer, tersangka pengirim pesan teror ke Klenteng di Kabupaten Karawang, saat dibawa ke Klenteng tersebut pada Senin (12/2). 

"Rp 63.000.000 Sejarah pembodohan uang sudah terungkap sekarang mending loe tf : ke rekening gua?1091620125 (BCA) atu gua bom ini tempat loe," ‎

Belakangan diketahui, motif Dadang melakukan itu karena sakit‎ hati setelah di PHK dari sebuah perusahaan di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Motif pelaku seperti itu karena dia dipecat dari pekerjaannya di Cikarang Bekasi. Bos tempat kerjanya itu berkawan baik dengan pimpinan klenteng," ujar Maradona.‎

Polisi menerapkan Pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang juncto Perppu Nomor 1 Thaun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Pasal 6 itu berbunyi ;
Setiap orang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hulangnya nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek vital strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Maradona menjelaskan setelah di PHK, terduga pelaku ini merasa sakit hati dengan bosnya apalagi tunjangannya tidak sesuai dengan yang ia terima.

"Pesangonnya Rp 63 Juta tapi baru keterima Rp 7 juta. Makanya dia menulis pesan Rp 63 juta namun disertai ‎perbuatan-perbuatan teror sebagaimana diatur di Pasal 6 itu," ujarnya.

Pemeriksaan polisi pada terduga pelaku sudah dilakukan. Selain itu, di rumahnya, polisi menemukan catatan tulisan tangan berupa hujatan pada Polri.

Polres Karawang berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait kemungkinan menyerahkan Dadang untuk pengembangan penyelidikan atau jika terkait terorisme.

"Keterangan yang didapat seperti itu. Sakit hati uang pesangon tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dia juga ditinggal istri karena meninggal. Kami sudah komunikasi dengan Mabes Polri soal apakah pelaku akan kami limpahkan berkasnya atau tidak, tapi itu nanti," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help