Pilgub Jabar

'Isu Hoaks Belum Bisa Meledak di Pilgub Jabar'

pengamat politik dari Unpad Dr Muradi, menilai isu-isu hoaks belum menerobos berbagai lapisan masyarakat secara masif.

'Isu Hoaks Belum Bisa Meledak di Pilgub Jabar'
Tribun Jabar/ Ferry Fadhlurrahman
Pengamat politik dari Unpad, Dr Muradi, menilai isu-isu tersebut belum menpenetrasi berbagai lapisan masyarakat secara masif. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kurang dari satu minggu masa kampanye akan dimilai. Isu-isu miring yang berbau SARA dan black campaign sudah mulai bermunculan.

Namun, pengamat politik dari Unpad Dr Muradi, menilai isu-isu hoaks belum menerobos berbagai lapisan masyarakat secara masif.

Alasannya, karena isu-isu miring dan hoaks tersebut masih berputar di media sosial, Sedangkan di Jabar masyarakat yang memakai sosial media hanya berkisar 42 persen.

"Hanya 42 persen yang melek media sosial di Jabar. 58 persen ini memang masih harus dikelola supaya kasusnya yang menggunakan isu SARA bisa diminimalisir," ujar Muradi di Cafe Halaman, Selasa (13/2/2018).

Baca: Bagaimana Cara Keluar dari Bus Maut yang Terguling di Tanjakan Emen? Simak Penuturan Korban Selamat

Selain itu isu miring yang dikeluarkan pun masih belum masuk ke ranah media mainstream sehingga penyebaran isunya masih tertahan hanya di dunia maya.

"Ya mungkin kalian dari media tahu apa yang hoaks dan yang tidak itu seperti apa," ujar Muradi.

Menurut Muradi, masyarakat luas tidak tahu bagaimana membedakan antara hoaks dan tidak. Terutama dengan luasnya penyebaran informasi dari grup whatsapp dan FB.

Karena itulah Muradi juga memasukan Jabar dalam kategori yang kemungkinan besar terserang isu-isu miring terutama isu SARA.


Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved