Home »

News

Investasi, Aher: Pemerintah Harus Rajin Promosi

Aher menekankan pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi satu di antara faktor penting perekonomian.

Investasi, Aher: Pemerintah Harus Rajin Promosi
Humas Pemprov Jabar
High Level Meeting (HLM) Forum West Java Incorporated (WJI) 2018, digelar di Ruang Rapat Sanggabuana, Gedung Sate Bandung (13/02/2018). 

Siapapun di dunia, kata Aher, negara yang memiliki sumber daya manusia yang memiliki penguasaan teknologi yang baik, dialah yang akan mengekspor, tampil menjadi pemenang kelompok masyarakat yang mendapat manfaat dari sumber daya alam.

Karenanya, Aher menekankan pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi satu di antara faktor penting perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat, memaparkan kondisi perekonomian Jawa Barat terkini. Ia menyebut Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat meningkat dari 5,20% (yoy) pada triwulan III 2017 menjadi 5,32% (yoy) pada triwulan IV 2017. LPE Jawa Barat pada triwulan IV 2017 ini kembali mengungguli Nasional yang tumbuh 5,19%.

"Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV dibanding triwulan sebelumnya terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan berlangsungnya momen libur akhir tahun serta investasi khususnya yang bersifat bangunan seiring dengan percepatan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur serta finalisasi sejumlah venue Asian Games di Jawa Barat," kata Wiwiek.

Sementara dari sisi lapangan usaha, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV didorong terutama oleh industri pengolahan, konstruksi, serta transportasi & pergudangan sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan menjelang akhir tahun dan momen liburan.

Untuk keseluruhan tahun 2017, LPE Jawa Barat tercatat sebesar 5,29% (yoy), melambat dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh sebesar 5,66%. Perlambatan ini terutama disebabkan oleh base effect di mana pada tahun 2016, pertumbuhan Jawa Barat meningkat cukup tinggi seiring dengan diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-15.

Sementara dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Barat tercatat mengalami inflasi sebesar 0,83% (mtm) atau 3,69% (yoy) pada bulan Januari 2018. Tekanan inflasi bulanan Jawa Barat terutama disumbang oleh kelompok volatile food yang memberi andil sebesar 0,58%, disusul oleh kelompok core dengan andil sebesar 0,25%, dan kelompok administered prices sebesar 0,004%.

"Tekanan inflasi dari kelompok volatile food terutama didorong oleh harga beras yang dipengaruhi oleh rendahnya pasokan beras di tengah berlangsungnya musim tanam," Ujarnya.

Akan tetapi, kata Wiwiek, harga beras ini sudah bergerak turun pada akhir bulan karena adanya kebijakan impor. Adapun beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi bulanan terbesar dari kelompok VF selain beras adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.

Semantara pada kelompok core, kenaikan tekanan inflasi terjadi pada beberapa komoditas di kelompok food related seperti ayam goreng, mie, dan nasi dengan lauk. Hal ini ditengarai sebagai dampak lanjutan dari meningkatnya harga bahan makanan di kelompok volatile food.

Halaman
123
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help