Demi Kurangi Banjir Melong, Pemkot Cimahi Terpaksa Ambil Opsi Membuat Embung

Menurut Ajay M Priatna, pembuatan embung merupakan opsi yang harus ditempuh.

Demi Kurangi Banjir Melong, Pemkot Cimahi Terpaksa Ambil Opsi Membuat Embung
TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN
Ajay M Priatna melakukan penanaman pohon pertama dalam kegiatan penanaman 3.000 pohon oleh siswa SMK Karya Bhakti Pusdikpal, Jalan Pasir Kumeli, Kota Cimahi, Selasa (21/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, mengaku sedang fokus pada pembahasan penanganan titik banjir di Cimahi, terutama titik banjir di wilayah banjir Melong.

Ia mengatakan, secara keseluruhan ada 13 titik banjir di Kota Cimahi.

Menurut Ajay M Priatna, pembuatan embung merupakan opsi yang harus ditempuh.

Embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan.

Opsi itu harus diambil karena Kabupaten Bandungbelum menunj ukkan tanda-tanda akan membebaskan lahan untuk membuat sodetan sampai ke Sungai Citarum.


"Kami memastikan akan membangun embung di Melong dengan luas 7 hektare untuk menampung sementara air banjir," kata Ajay M Priatna di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi, Selasa (13/2/2018).

Jadi nantinya, airnya bisa dialirkan ke Citarum melalui saluran yang ada sekarang.

Ia mengatakan, jika Kabupaten Bandung sudah siap membebaskan lahan untuk solusi banjir Melong, Pemerintah Kota Cimahi tidak perlu membuat embung yang mahal.

Baca: Gagal Rekrut Andik dan Boaz, Mario Gomez Kantongi Nama Pemain Pengganti, Siapa Saja?

Padahal, lanjut Ajay, Margaasih yang merupakan wilayah Kabupaten Bandung juga terdampak banjir.

"Kalau embung itu dibangun bisa dijadikan penampungan air raksasa, dan untuk sumber air masyarakat. Bisa juga dimanfaatkan untuk objek wisata," katanya. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help