Celah Korupsi di Pilkada Serentak Terbuka Lebar, Ini Alasannya

Celah korupsi di Pilkada serentak tahun ini sangat terbuka lebar dikarena partai politik di Indonesia masih belum memiliki dua aspek.

Celah Korupsi di Pilkada Serentak Terbuka Lebar, Ini Alasannya
Tribun Jabar/ Seli Andina Miranti
Abraham Samad usai mengisi seminar di kampus Ikopin Jatinangor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pilkada serentak yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, memiliki celah korupsi.

Celah tersebut selalu terbuka lebar. Tak menutup kemungkinan akan ada transaksi politik uang yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Hal tersebut diungkapkan Abraham Samad seusai mengisi seminar di Kampus Ikopin Jatinangor, kemarin, Senin (12/2/2018).

Menurut Ketua KPK periode 2011-2015 tersebut, celah korupsi di Pilkada serentak tahun ini sangat terbuka lebar dikarena partai politik di Indonesia masih belum memiliki dua aspek.

Baca: Isu Hoaks Belum Bisa Meledak di Pilgub Jabar

"Dua hal, partai politik tidak punya yang namanya code of conduct  (kode etik) dan ankuntabilitas pertanggungjawaban keuangan partai," ujar Abraham Samad.

Akibatnya, Abraham Samad melanjutkan, orang dapat dengan mudah memperjualbelikan partai untuk menjadi tunggangan selama pilkada.

Tidak adanya kode etik mengakibatkan tidak adanya takaran atau batasan sikap bagi orang-orang yang akan dicalonkan sebagai pemimpin.

"Orang bermasalah bisa saja dicalonkan atau terpilih sebagai calon karena tidak ada aturan dalam partai politik untuk mencalonkan orang-orang yang bermasalah," ujarnya

Baca: Bahas Masa Lalu, Maia Estianty Sindir Habis-habisan Ahmad Dhani: Mestinya Saya Nurut Ibu Saya

Abraham Samad menekankan, selama dua aspek tersebut masih belum dimiliki partai politik, kemungkinan untuk terjadinya korupsi akan selalu terbuka.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help