Pilgub Jabar

Setiap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Dikawal 10 Polisi Berkemampuan Khusus

Kita pakai pengawalan khusus selama kegiatan. Semuanya melekat selama kegiatan sampai terpilih nanti ditetapkan

Setiap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Dikawal 10 Polisi Berkemampuan Khusus
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat (kanan) duduk bersebelahan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, memimpin Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Pasangan Calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 di Aula Setia Permana KPU Provinsi Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/2/2018). Dalam rapat pleno itu, empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat resmi ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon), setelah keempatnya dinilai memenuhi syarat dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keempat paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar menugaskan 80 personelnya untuk mengawal setiap calon gubernur atau wakil gubernur peserta Pilgub Jabar 2018.

Masing-masing calon akan dikawal 10 personel sejak ditetapkan menjadi calon gubernur atau wakil gubernur Jabar sampai penetapan pasangan terpilih Pilgub Jabar 2018.

Kapolda Jabar Irjen Pol Budi Maryoto mengatakan 10 personel yang akan mengawal setiap calon tersebut bertugas dalam dua sift, dengan demikian, akan ada lima personel yang selalu melekat menjadi pengawal pribadi setiap calon.

"Kita pakai pengawalan khusus selama kegiatan. Semuanya melekat selama kegiatan sampai terpilih nanti ditetapkan. Setelah (pasangan calon terpilih) dilantik, personel selesai bertugas dan digantikan oleh yang formal," kata Kapolda seusai mengikuti kegiatan Rapat Pleno Penetapan Cagub dan Cawagub Jabar 2018 di KPU Jabar, Senin (12/2).


Para personel ini, katanya, berjabatan perwira dan bintara. Mereka sebelumnya mendapat pelatihan sebagai pengawal pribadi di Sekolah Polisi Negara di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengingatkan kembali netralitas anggota Polri dan tidak boleh mengikuti politik praktis. Sanksi dari ketidaknetralan tersebut, katanya, bisa sampai pidana atau sanksi disiplin.

Untuk mengamankan Pilkada 2018, katanya, pihaknya sudah membentuk Satgas Cyber, Satgas Money Politic, dan Satgas Black Campaign, untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan. Jika terdapat pelanggaran hukum, katanya, pihaknya akan langsung bertindak. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help