Home »

Tasik

Semangat Kebersamaan Warga Tasik Makin Terjalin lewat Silaturahmi Budaya Coklat Kita

Antusiasme warga tetap semarak dalam helatan Coklat Kita Silaturahmi Budaya di Tasik . . .

Semangat Kebersamaan Warga Tasik Makin Terjalin lewat Silaturahmi Budaya Coklat Kita
TRIBUN JABAR/FIRMAN SURYAMAN

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Meski hujan sempat mengguyur, antusiasme warga tetap semarak dalam helatan Coklat Kita Silaturahmi Budaya (Silabud) 2018 yang digagas Coklat Kita. Terlebih gelaran dialog dan sarasehan yang dikemas dalam bentuk dakwah dipadu alunan musik tradisional modern itu menampilkan sejumlah talen religi ternama dipadu dengan talen lokal yang juga apik.

Helatan seni yang kental dengan syiar keagamaan sejak sore hingga malam di Lapangan Kampus 2 Pondok Pesantren Suryalaya, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/2), itu benar-benar terasa menyentuh hati, sehingga ratusan Sobat Coklat dan warga pun tampak larut menikmati sajian demi sajian.

Kelompok musik etnik asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur pimpinan Zastrow Al Ngatawi menjadi pembuka sajian utama acara Silaturahmi Budaya ini. Sarah membuka lewat tembang tentang Salawat Nabi disambung dengan lagu Kota Santri.

Tidak ketinggalan, talen dari Pontren Suryalaya pun turut memeriahkan sajian utama dengan tembang cinta yang dipopulerkan Once. Sejurus kemudian, Kelompok Ki Ajeng Ganjur kembali tampil dengan tembang Kun Anta. Sajian musik religi lainnya terus mengalir menghibur penonton.

Tak kalah menarik, sajian pun dilanjutkan dengan penampilan Sarah Saputri yang membawakan lagu Sunda 'Bubuy Bulan'. Dalam penampilannya itu, Sarah berkolabirasi dengan petikan gitar Jaka PW dan alunan suling Sunda dan petikan kacapi yang dibawakan Iman Jimbot, serta iringan musik dari Ki Ageng Ganjur. Tak usai di situ, Sarah pun kembali lesatkan tembang yang dipopulerkan Chrisye, 'Kala Cinta Menggoda'.

Dr Zastrow Al-Ngatawi pun menjadi penyela setiap tampilan dengan memberikan pencerahan tentang keagamaan dan sikap-sikap terpuji lewat gaya dakwahnya yang mudah dipahami. Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, Silabud juga menyajikan pertunjukan seni bayang pasir.

Dua buah layar yang berada di kedua sisi panggung menampilkan kisah perjalanan syiar Islam melalui media lukisan pasir dan Dr Zastrow yang membacakan narasinya dengan penuh perasaan mengangkat tema religi.

Dikki Dwisaptono perwakilan Coklat Kita Tasikmalaya mengatakan Silabud ini sudah menjadi kerjasama Coklat Kita dengan sejumlah pontren. Silabud merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari dakwah dari Dr Zastrow Al-Ngatawi, silaturahmi di Pondok Pesantren, pementasan musik religi dari kelompok musik etnik Ki Ageng Ganjur, dan penampilan dari sejumlah penyanyi dan musisi lain.

Untuk di Tasikmalaya ini menampilkan Budi Cilok, Iman Jimbot, Sarah Saputri, dan Jaka PW.

Halaman
123
Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help