Amar Kasmara Hanya Tertunduk Lesu Ketika Divonis Hakim 5 Tahun Kurungan Penjara

Amar dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah bansos Pemkot Bandung pada 2007-2008.

Amar Kasmara Hanya Tertunduk Lesu Ketika Divonis Hakim 5 Tahun Kurungan Penjara
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Sidang vonis mantan Bendahara Setda Kota Bandung, Amar Kasmara, Senin (12/2/2018) 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Sri Mumpuni, menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada Mantan Bendahara Sekretariat Daerah (Setda0 Kota Bandung, Amar Kasmara di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (12/2/2018).

"Memutuskan lima tahun penjara, denda Rp 200 juta dan subsider tiga bulan penjara. Terdakwa juga diwajibkan mengembalikan uang negara sebesar Rp 8 miliar. Denda tersebut harus dibayar maksimal sebulan setelah vonis dijatuhkan. Jika tidak maka diganti penjara satu tahun," kata Ketua Majelis Hakim , Sri Mumpuni, Senin (12/2/2018).

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah yang tengah gencar memberantas korupsi. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum sebelumnya, dan punya tanggungan keluarga.

Baca: Bobotoh Cantik Ini Yakin Magis Mario Gomez Bisa Antarkan Persib Bandung Berprestasi

Putusan Majelis Hakim tersebut lebih ringan dibandingkan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Amar telah dituntut oleh jaksa dari Kejari Bandung berupa pidana selama 7 tahun. Selain hukuman fisik, terdakwa juga dikenakan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Amar dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah bansos Pemkot Bandung pada 2007-2008.

Baca: Dari Legendaris Hingga Kekinian, Inilah Dua Sajian Cilok yang Paling Banyak Diburu di Bandung

Hakim menjelaskan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 KUHPidana sesuai dakwaan primer.

Mendengar putusan tersebut, Amar melalui pengacaranya mengajukan permohonan banding ke pihak majelis hakim.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak Jaksa penuntut umum. Pihak JPU juga mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim.

Baca: VIDEO: Majelis Hakim Belum Sepakat, Sidang Putusan Amar Kasmara Ditunda

Amar Kasmara hadir menggunakan kemeja berwarna putih dan peci hitam melekat di kepalanya.

Mantan bendahara sekretariat daerah Kota Bandung tersebut terlihat hanya tertunduk lesu saat mendengarkan putusan dari Majelis Hakim

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help