13 Perusahaan di Kota Bandung dan KBB, Terbukti Buang Limbah Berbahaya di Sungai

Semua perusahaan tersebut membuang limbah ke sungai dan kadar baku mutunya melebihi ambang batas.

13 Perusahaan di Kota Bandung dan KBB, Terbukti Buang Limbah Berbahaya di Sungai
ISTIMEWA
Penyidik Direskrimsus Polda Jabar menutup sementara tiga perusahaan di Kabupaten Bandung, karena membuang limbah cair ke saluran air yang bermuara ke Sungai Citarum, belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belasan perusahaan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbukti membuang zat kimia berbahaya berikut limbah cairnya ke aliran sungai. Dinas Lingkungan Hidup Jabar‎ merilis hasil uji laboratorium terhadap limbah cair yang dibuang oleh sejumlah perusahaan itu.

"Ada 13 perusahaan di Kota Bandung dan KBB yang membuang limbah cair dengan zat kimia melebihi baku mutu," ujar Kepala DLH Jabar Anang Sudarna di kantornya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (12/2/2018).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan standar baku mutu untuk 46 jenis usaha. Salah satunya untuk tekstil. 13 perusahaan yang disebut Anang semuanya perusahaan tekstil. Standar baku mutu diatur di Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Standar Baku Mutu.

Baca: Komentari Prestasi Sri Mulyani, Fadli Zon Dapat Tanggapan Menohok dari Netizen: Apa Prestasi Bapak?

Dalam peraturan itu, ada 9 parameter untuk menentukan apakah limbah cair yang dibuang itu sesuai baku mutu atau tidak. 9 parameter itu antara lain Ph, Cod, Bod, Tss, Chrom, Amonia, minyak dan lemak, sulfida totalk dan senyawa fenol.

"Semua perusahaan tersebut membuang limbah ke sungai dan kadar baku mutunya melebihi ambang batas. Seperti misalnya ada perusahaan di KBB yakni PT Central Georgete Nusantara Printing Mill yang zat padat tersuspensinya mencapai 939 mg padahal ambang batas standarnya 50 mg," ujar Anang.


Dalam rilis hasil uji laboratorium tersebut, kebanyakan perusahaan yang kadar kimia di limbah cairnya melebihi ambang batas yakni parameter Ph, Bod, Cod dan Tss. ‎ Lantas, dengan hasil uji laboratorium tersebut apakah bisa diproses ke langkah penyidikan ranah hukum pidana lingkungan?

"Kami beri sanksi administrasi dulu untuk empat perusahaan dan satu langsung ke ranah pidana karena terbukti membuang limbah B3 berupa sludge atau limbah batu bara (bottom ash) bersamaan dengan limbah cair," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help