Home »

Garut

Ternyata Pemasangan Biogas Dapat Mencegah Pencemaran Lingkungan

Pembuatan instalasi bahan bakar‎ alternatifbio gas diklaim mengurangi pencemaran limbah yang mencemari aliran sungai.

Ternyata Pemasangan Biogas Dapat Mencegah Pencemaran Lingkungan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Perajin tempe tengah menunjukkan tempat penampungan air limbah industri tempe di Kampung Astanahilir, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (9/2/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pembuatan instalasi bahan bakar‎ alternatifbio gas diklaim mengurangi pencemaran limbah yang mencemari aliran sungai.

Sebelum adanya bio gas ini, perajin tempe di Kampung Astanahilir, Kelurahan Jayaraga, Kabupaten Garut, kerap membuang air sisa perebusan kedelai langsung ke aliran sungai.

Akibatnya, kondisi sungai mengalami perubahan warna dan menimbulkan aroma tidak sedap yang membuat kenyamanan warga sekitar.

Ketua Yayasan Paragita sekaligus Inisiator program pengolahan tempe, Gita Noorwardani, mengatakan, di Kampung Astanahilir ada belasan tempat produsen tempe.

Baca: LGBT Resahkan Warga Tasikmalaya, Pemkab Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebarannya

"Dari belasan tempat, hanya satu saja yang mulai memanfaatkan limbah sebagai bahan bakar alternatif," kata Gita, saat ditemui di Kampung Astanahilir, Jum'at (9/2/2018).

Maka dari itu, agar program ini dapat dinikmati oleh seluruh para perajin, pihaknya akan terus mendorong, baik berupa cara pembuatan, penggunaan, dan dana pembuatan instalasi bio gas.

"Bersama pihak CSR, ini akan terus coba dikembangkan," ujarnya.


‎Berdasarkan informasi yang didapatkan, alternatif bahan bakar untuk produksi tempe yakni menggunakan biogas yang bersumber dari air sisa perebusan kedelai.

Limbah sisa perebusan tersebut telah diuji oleh laboratorium mengandung kandungan organik tinggi seperti kotoran sapi, urine kelinci, dan kotoran domba.

Setelah berhasilkan dikumpulkan, air perebusan sebanyak 1.600 liter ditampung ke dalam alat tabung reaktor atau biodigester yang di berada di bawah tanah.

Dari tabung reaktor tersebut, nantinya di alirkan menggunakan pipa instalasi yang terhubung langsung ke tempat pengolahan tempe. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help