Telkom Perluas Digitalisasi di Wilayah Sumatera Barat

Kemudian, melahirkan profesional bidang digital yang mampu mendukung digitalisasi Indonesia. . .

Telkom Perluas Digitalisasi di Wilayah Sumatera Barat
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Direktur Digital & Strategic Potfolio PT Telkom, David Bangun. 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Telkom hadirkan Digital Innovation Lounge (DILO) Padang guna percepatan digitalisasi di Provinsi Sumatera Barat yang diresmikan Menkominfo RI Rudiantara. Kehadiran DILO untuk mendorong pertumbuhan startup di wilayah tersebut. 
David Bangun, Direktur Digital & Strategic Potfolio PT Telkom, mengatakan, selama ini sudah banyak digitalpreneur sukses berdarah Minang.
Sebut saja Fery Unardi  pendiri Traveloka, Fajrin Rasyid (Bukalapak), Budi Isman (Smartpreneur), Masril Koto (Bank Tani), M. Isman Usman (Ruangguru), dan Hanif Dinada (INFOKES).
Alasan lain dibukanya DILO,  karena sudah terdapat beberapa komunitas startup dan digital potensial di Sumatra Barat,  serta adanya beberapa perguruan tinggi dan SMK. 
Di daerah ini juga tumbuh beberapa inkubator bisnis yang dapat saling bersinergi dengan PT Telkom. 
"Karenanya kami hadirkan DILo Padang agar muncul ide-ide baru dalam mengembangkan bisnis digital dan digitalisasi Sumatra Barat di berbagai sektor kehidupan. Masyarakat Sumatra Barat dapat merasakan dampak positif digital yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan keamanan," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tribun, Jumat (9/2/2018).
Acara peresmian disaksikan antara lain Wakil Gubernur Sumatra Barat, Ketua DPRD Sumatra Barat Hendra Irwan Rahim, para Senior Leaders Telkom, dan pejabat daerah Sumatera Barat.
David mengatakan, pihaknya merilis pusat kreativitas digital tersebut untuk memunculkan calon-calon startup digital yang tangguh dari Sumatra Barat.
Kemudian, melahirkan profesional bidang digital yang mampu mendukung digitalisasi Indonesia, dan munculnya pemahaman tentang inovasi digital, bisnis digital, dan pemanfaatan digital bagi pertumbuhan masyarakat. 
Adapun kegiatan yang akan dilakukan akan sama dengan DILo  di kota sebelumnya. Seperti knowledge sharing/expert session, kegiatan pelatihan teknis, bisnis, dan desain, roadshow DILo, kompetisi digital, DILo  Festival, pra-inkubasi, startup pitching, hingga program persiapan pembentukan startup digital kepada para founders. 
"Kami berharap DILo Padang dapat dimanfaatkan secara optimal dan saling menjaga fasilitas yang telah dibangun. Para pihak bisa mewujudkan digitalisasi Sumata Barat, sehigga dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat dan Indonesia sekaligus akan lahir startup-startup baru dan berkualitas," katanya. 
Sebagai informasi, sejak tahun 2009 Telkom telah berinisiatif membangun industri kreatif digital di Indonesia melalui program Indigo dengan memberikan apreasiasi kepada para generasi muda yang berhasil mengembangkan produk-produk IKD.
Tahun 2013 sampai saat ini, sambung David, program Indigo diperluas dengan melakukan pembinaan terhadap para digital talents dan startup untuk merealisasikan ide-ide briliannya dan terus tumbuh menjadi startup yang berdampak besar bagi Indonesia.
"Indigo Creative Nation sejalan upaya Pemerintah mengembangkan ekonomi digital sebagai enabler pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Sejak tahun 2013 kami telah menginkubasi 102 startup. Sekitar 40 startup telah komersial/monetize, bahkan 15 startup telah mendapatkan pendanaan tambahan dari para investor dalam dan luar negeri," katanya. 
Model pembinaan diawali pembinaan para talent yang disebut tahap nurturing creativity, yang dilakukan di Digital Innovation Lounge atau DILo.
Selanjutnya, startup yang telah memenuhi kriteria dapat mengikuti seleksi pada program inkubasi dan akselerasi Indigo Creative Nation. 
Program Indigo Creative Nation ini pun sejalan agenda transformasi Telkom menjadi digital telco company, sehingga terdapat peluang yang besar bagi startup untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama Telkom Group yang telah memiliki hampir 200 juta pelanggan. 
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved