Puluhan Sapi di Cianjur Mati karena Racun Dosis Tinggi, Petugas Masih Selidiki Kasusnya

Andy mengatakan, balai tidak melepaskan standar bio security setelah mengetahui hasil laboratorium yang menyebutkan bahwa ternak mati karena racun.

Puluhan Sapi di Cianjur Mati karena Racun Dosis Tinggi, Petugas Masih Selidiki Kasusnya
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Sebanyak 22 ekor sapi perah tiba-tiba mati mendadak di kandang milik Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Perah Buni Kasih, Kecamatan Gekbrong, Rabu (17/1) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Seksi Pelayanan Pembibitan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan UPTD Balai Pembibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Bunikasih, drh Andy Hariswan mengatakan, penyebab matinya 22 ekor sapi milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat karena ditemukan racun dalam pakan rumput dalam dosis yang cukup besar.

Temuan itu berdasarkan hasil laboratorium patologi hewan Institut Pertanian Bogor dan baru didapat hasilnya pada Kamis (8/2/2018).

"Sudah ada hasilnya dari dua laboratorium di Bogor mengatakan bahwa penyebab matinya 22 ekor sapi perah karena ditemukan racun dalam dosis tinggi di dalam lambung hewan, jadi bukan karena penyakit yang menular," ujar Andy ditemui di Balai Bunikasih, Jumat (9/2/2018).

Baca: Puluhan Sapi Perah Mati Mendadak, UPTD Perbibitan Milik Dinas Peternakan Jabar Dijaga Ketat

Baca: Baru Dua Hari Diresmikan, Pengunjung Taman Alun-alun Regol Bandung Keluhkan Hal Ini

Berdasarkan hasil laboratorium yang menyebut terdapat racun dalam dosis tinggi di dalam pakan, Andy mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada pihak berwajib.

Ia mengatakan mengenai dugaan lain adanya kesengajaan menyimpan racun dan lainnya, hal tersebut ia serahkan kepada pihak berwajib.

Menurutnya, untuk meyakinkan adanya racun dalam pakan rumput yang dimakan ternak yang mati, pihak balai kembali memeriksa sampel pembanding di laboratorium di Subang. 

"Sebagai pembanding, kami uji lagi di laboratorium di Subang, dari Subang belum ada hasilnya," kata Andy.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help