P2KBP3A Garut Desak Lembaga Pendidikan Larang Anak Didiknya Membawa Gawai ke Sekolah

Awal mula terjadinya tindak kekerasan dan penyimpangan pada anak, sebagian besar b‎erawal dari tayangan di sejumlah media sosial.

P2KBP3A Garut Desak Lembaga Pendidikan Larang Anak Didiknya Membawa Gawai ke Sekolah
net
illustrasi 

Laporan wartawan T‎ribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Garut, Rahmat Hidayat, mendesak kepada pihak lembaga pendidikan untuk membuat larangan membawai gawai ke dalam lingkungan sekolah.

Awal mula terjadinya tindak kekerasan dan penyimpangan pada anak, sebagian besar b‎erawal dari tayangan di sejumlah media sosial.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Garut, Rahmat Wibawa, mengatakan, saat anak diberikan gawai, secara mudah anak tersebut bebas menggunakan gawai dimanapun berada, termasuk di sekolah.

Baca: Guru Agama Akui Salah Telah Sumpah Pocong Murid atas Inisiatif Sendiri, Ibu Korban Mengaku Lega

"Mereka secara bebas menggunakan, karena tidak ada aturan ketat," kata Rahmat di Kantor Pemda Garut, Jalan Pembangunan, Jum'at (9/2/2018).

Selain itu, kata Rahmat, adanya aturan ini, tidak akan ada perbedaan status baik itu anak dari kalangan mampu atau tidak.

"Seragam, tidak ada yang dibedakan dan tidak ada kecenderungan, tak perlu nunggu intruksi bupati," ujarnya.

Baca: Akankah Jokowi Turun Jadi Juru Kampanye di Pilgub Jabar? Ini Jawaban PDIP

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di SMP 1 dan 2 Tarogong Kidul Kabupaten Garu‎t, itu berawal dari penggunaan gawai yang berujung pada tindakan perundungan.

"Itu adalah yang baru saja terjadi dan dilaporkan belum lama ini, kami rasa yang kejadian ini lebih banyak," ujarnya.


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved