Pilgub Jabar 2018

Ketua KPU Jabar: Presiden Tidak Dilarang untuk Berkampanye di Pilgub

Yayat Hidayat merujuk pada PKPU no 4 tahun 2017 yang mengatur mengenai kampanye.

Ketua KPU Jabar: Presiden Tidak Dilarang untuk Berkampanye di Pilgub
TRIBUNJABAR.CO.ID/FERRY FADHLURRAHMAN
Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, di Gedung Sate, Jumat (5/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- KPU pun tidak melarang presiden untuk menjadi juru kampanye kandidat tertentu di Pilkada serentah, termasuk Pilgub Jabar.

"Boleh sih (presiden berkampanye), soalnya enggak dilarang karena enggak masuk di Undang-undangnya," ujar Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, Senin (5/2/2018).

Yayat Hidayat merujuk pada PKPU no 4 tahun 2017 yang mengatur mengenai kampanye.

Di dalam regulasi itu hanya diatur untuk gubernur/wagub, bupati/wabup, walkot/wawalkot, dan anggota DPR/DPRD/DPD.


Menurutnya, soal presiden dan wakil presiden tidak diatur dalam PKPU no 4 tahun 2017 tentang prosuder menjadi juru kampanye.

Kalaupun presiden benar-benar ingin turun sebagai juru kampanye di Pilkada, maka harus memberikan surat cuti seperti penjabat lainnya.

Baca: VIDEO HEADLINE: Edisi Jumat 9 Februari 2018, Polisi Kejar Penyebar Hoaks

Yayat Hidayat juga mengatakan KPU hanya melarang kepala desa dan pejabat BUMN.

Seluruh pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilarang untuk menjadi juru kampanye.

"Sebagai jurkam (juru kampanye) harus ada laporan seperti yang lainnya," ujar Yayat Hidayat. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help