Gara-gara Susu Kental Manis, 3 Balita Alami Gizi Buruk, Ini Penjelasannya

kesalahan penafsiran informasi oleh masyarakat juga menjadi hal serius yang akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM.

Gara-gara Susu Kental Manis, 3 Balita Alami Gizi Buruk, Ini Penjelasannya
TRIBUNNEWS.COM
Susu kental manis 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf meminta pemerintah melakukan anti hoaks atau memberantas informasi-informasi kesehatan yang menyesatkan masyarakat.

Ia melihat, sosialisasi Germas dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) yang dilakukan pemerintah menjadi tidak maksimal akibat gencarnya info-info kesehatan yang beredar melalui pesan WhatsApp.

Tentu saja, informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain hoaks, kesalahan penafsiran informasi oleh masyarakat juga menjadi hal serius yang akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM.

“Di masyarakat kita, banyak kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya tak baik bagi kesehatan anak. Misalnya, kebiasaan melumat makanan melalui mulut orang tua kemudian diberikan kepada anak. Ini tidak higienis namun sudah menjadi kultur sebagian masyarakat,” kata mantan wakil gubernur Jawa Barat itu.

Lebih lanjut, misinformasi tentang produk makanan dan minuman oleh masyarakat turut berpengaruh pada asupan gizi anak.

Misalnya, susu kental manis yang diberikan sebagai minuman utnuk anak, yang akhirnya mengakibatkan 3 balita di Kendari dan 1 di Batam dirawat di RS dengan diagnosis gizi buruk.

“Masyarakat tidak paham mana yang boleh diberikan untuk anak dan mana yang tidak boleh. Gizi buruk dan stunting menjadi persoalan serius di Indonesia,” ujarnya.

Baca: Pemusatan Latihan Persib Bandung di Jepara Gatot, Ini Penjelasannya

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help