TribunJabar/

Acungkan Parang pada Polisi Saat Hendak Ditangkap, 'Skinhead' Terpaksa Ditembak Mati

Saat itu, ES bersama rekannya AN (30) terlibat pencurian dengan kekerasan pada. . .

Acungkan Parang pada Polisi Saat Hendak Ditangkap, 'Skinhead' Terpaksa Ditembak Mati
DOKUMENTASI TRIBUNNEWS
Illustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah pencarian kurang dari satu tahun terhadap ES alias Skin Head (34), pelaku pencurian dengan kekerasan di kawasan Lengkong pada Agustus 2017 tersebut ditembak mati oleh polisi.

Saat itu, ES bersama rekannya AN (30) terlibat pencurian dengan kekerasan pada seorang perempuan kemudian mencuri sepeda motornya.

"Saat itu kami menangkap Andre. Andre sudah divonis Pengadilan Negeri Bandung. Selama pemeriksaan, Andre mengaku bekerja sama dengan ES. Sejak itu, kami memburu ES," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di RS Sartika Asih, Jalan Mohamad Toha Kota Bandung, Jumat (9/2/2018).

Selama pengejaran, ES mampu menghindar dari kejaran polisi.

Namun, nasibnya apes karena sejak Jumat (9/2/2018) siang keberadaannya teridentifikasi polisi dan langsung dikejar dan terjatuh di Jalan Kangkung Kaler Kota Bandung.

Tidak berhenti disitu, saat hendak ditangkap, ES malah mengacungkan parang sambil melawan polisi.

Terpaksa, polisi menembak mati ES.

Belakangan, ES diketahui juga empat kali keluar masuk bui.

Pada tahun 2007, ia mendekam di Lapas Kebon Waru selama 8 bulan karena kasus pengeroyokan dan penganiayaan.

Setelah keluar, pada 2008, ia kembali masuk tahanan dengan vonis 8 bulan karena kasus yang sama.

"Sempat bebas. Tapi pada 2012, ia terlibat kasus pencurian dengan kekerasan hingga kembali divonis selama 9 bulan. Selang tiga tahun, 2015, Es kembali terlibat kasus pencurian dengan kekerasan dengan vonis 1 tahun. Dan terakhir, ia terlibat pencurian dengan kekerasan di kawasan Lengkong terhadap seorang perempuan dan mencuri motornya pada 2017 bulan Agustus," ujar Hendro.

Polisi terpaksa menembak mati ES karena saat hendak ditangkap melawan dan membahayakan petugas.

Apalagi, saat pengejaran, ES masuk ke pemukiman warga.

"Jadi ES sudah masuk dan keluar penjara selama empat kali. Perbuatannya ini sudah sangat meresahkan warga. Jadi, ‎ini peringatan keras bagi pelaku kejahatan. Bandung tidak aman bagi pelaku kejahatan tapi aman bagi masyarakatan," katanya. 

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help