Video Mesum Dua Bocah

Ungkapan Rindu Ayah Tiri Bocah dalam Video Porno, 'Saya Rindu, Saya Rawat Dia Sejak Bayi'

Bahkan, sebulan berlalu sejak pengungkapan kasus itu, keluarga belum mengetahui posisi Dn ada dimana

Ungkapan Rindu Ayah Tiri Bocah dalam Video Porno, 'Saya Rindu, Saya Rawat Dia Sejak Bayi'
istimewa
Reka ulang adegan video porno 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keluarga tersangka video porno anak dengan perempuan dewasa belum pernah bertemu dengan Dn (9), satu dari tiga pemeran anak dalam video tersebut sejak Dn dititipkan di P2TP2 Jabar. Dn adalah putra dari Susanti (34) yang jadi tersangka dalam kasus itu.

"Kami keluarga belum pernah bertemu dengan Dn sejak pertama kali dibawa," ujar Rudi (31), suami Susanti saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Babakan Sari, Kiaracondong Kota Bandung, Rabu (8/2/2018) petang.

Bahkan, sebulan berlalu sejak pengungkapan kasus itu, keluarga belum mengetahui posisi Dn ada dimana.

Baca: Sering Kehilangan Sandal usai Salat di Musala, Malis Pilih Bekerja Tanpa Alas Kaki

Dn merupakan anak Susanti dari suaminya yang terdahulu. Pernikahan Rudi dengan Susanti dikaruniai enam anak, satu anak baru lahir di Lapas Perempuan Sukamiskin pada Minggu (4/2/2018).

"Kami tidak tahu Dn sekarang dimana. Dn memang bukan darah saya, tapi saya sudah merawatnya sejak dia masih bayi sampai sekarang. Sebagai bapak, bagaimanapun kondisi saya sekarang, saya rindu anak saya," ujar Rudi.

Ia baru mengetahui anaknya Dn saat ini dititipkan di P2TP2A Jabar‎ untuk pemulihan mental anak. Ia berharap suatu saat bisa bertemu anaknya. "

Harapan kami keluarga suatu saat bisa bertemu Dn karena kalau begini sama saja dengan memisahan anak dengan orang tua," ujar Rudi.

Baca: Kuota Angkutan Online di Kota Cimahi Masih Lowong

Pantauan Tribun Jabar di rumahnya, pemandangan begitu miris. Rumahnya beratapkan seng dengan satu kamar tidur ditempati Rudi bersama lima anak-anaknya.

Rudi sudah menempati tempat itu sejak 10 tahun terakhir. Rumah kerap disebut bedeng itu hanya terpaut kurang dari 2 meter dari rel kereta api.

Saat Tribun Jabar berkunjung, satu rangkaian kereta dari arah Stasiun Kiaracondong melintas menuju timur. Getaran kereta begitu terasa di dalam rumah Rudi. Begitu juga dengan suara gesekan rel dengan roda lokomitif.

"Kami disini sewa Rp 350 ribu per bulan. Kalau tanahnya punya PT Kereta Api Indonesia," ujar Rudi.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help