Potret Obed Kresna Widyapratistha, Presiden Mahasiswa UGM yang Jadi Idola Usai Tampil di Mata Najwa

Bukan Zaadit Taqwa, melainkan Presiden Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Obed Kresna Pratistha yang kini menyedot perhatian publik

Penulis: Amalia Qisthyana Amsha | Editor: Amalia Qisthyana Amsha
Kolase Tribun Jabar/Instagram
Obed Kresna Widyapratistha 

TRIBUNJABAR.ID - Bukan Zaadit Taqwa, melainkan Presiden Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Obed Kresna Pratistha yang kini menyedot perhatian publik.

Sosok Obed menjadi perhatian usai tampil di program acara Mata Najwa, Rabu (7/2/2018).

Obed hadir bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari empat universitas terkemuka di Tanah Air.

Mereka adalah Ketua BEM UI Zaadit Taqwa, Pesiden Keluarga Mahasiswa ITB Ardhi Rady Wardhana, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Gafar Revindo, dan Ketua BEM IPB Qudsyi Ainal Fawaid.

Mata Najwa
Mata Najwa (YouTube)

Selain para ketua BEM, ada pula sejumlah politisi sekaligus mantan aktivis, kepala staff kepresidenan Moeldoko, serta Menteri Riset dan Teknologi Mohammad Nasir.

Dalam episode kali ini, Mata Najwa membahas mengenai aksi Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning serta tuntutan-tuntutannya kepada pemerintah.

Najwa Shihab memberikan ruang bagi lima ketua BEM itu untuk menyuarakan aspirasi mereka mengenai kinerja Jokowi dari sudut pandang mahasiswa.

Sudut pandang Obed-lah yang menjadi sorotan karena dinilai berbobot.

Obed Kresna Widyapratistha
Obed Kresna Widyapratistha (YouTube)

Pemuda asal Gunung Kidul Yogyakarta ini memang jarang melontarkan aspirasi, namun sekalinya ia berkicau, dialog yang disampaikannya mendapat respons positif dari penonton.

Obed selalu memosisikan dirinya netral di antara pemerintah dan mahasiswa.

Kendati banyak kebijakan pemerintah yang perlu dikritisi, Obed tetap meminta kepada mahasiswa di seluruh Indonesia untuk bisa mengapresiasi segala kinerja yang sudah dilakukan pemerintah.

"Ketika apa yang melihat yang dilakukan oleh Pemerintah, saya perlu mengapresiasi. Saya kira mahasiswa harus perlu mengapresiasi. Tetapi, kita memang harus adil. Perlu ada apresiasi kepada pihak-pihak yang sudah berkontribusi di sana," ungkap Obed.

"Tetapi sekali lagi jangan kemudian melihat kritik yang kita lakukan itu tidak berdasar. Kita semua melakukan kritik itu berbasis dari ilmu pengetahuan kita masing-masing," lanjutnya.

Puncaknya saat Obed melontarkan pernyataan penutup (closing statement) dalam acara tersebut.

Closing statement Obed dinilai sangat masuk akal dengan kondisi Indonesia saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved