TribunJabar/
Home »

Garut

Penghuni Posko Pengungsian Bale Paminton Kabupaten Garut Keluhkan Sempitnya Ruangan

Tepat di belakang posko, terdapat sejumlah fasilitas penunjang, yakni tempat penjemuran. . .

Penghuni Posko Pengungsian Bale Paminton Kabupaten Garut Keluhkan Sempitnya Ruangan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Lokasi pengungsian korban banjir bandang di Bale Paminton, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah korban banjir bandang Sungai Cimanuk yang berada di posko pengungsian Bale Paminton, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, mengeluhkan kondisi bangunan pengungsian yang sempit.

Berbeda dengan pengungsian pada umumnya, pengungsian di tempati 16 kepala keluarga (KK) ini di dalamnya terdapat beberapa sekat pembatas yang mengunakan lembaran papan bercat putih.

Bagian yang disekat ini memilki ukuran 4x6 meter, yang di dalamnya, disulap oleh para korban banjir sebagai kamar dan ruang keluarga.

Tepat di belakang posko, terdapat sejumlah fasilitas penunjang, yakni tempat penjemuran pakaian, dapur umum, dan mandi cuci kakus.

Ira Mulyati (3‎3), seorang pengungsi, mengatakan, kondisi pengungsian saat ini sangat berbeda dengan kondisi awal, baik dari segi fasilitas maupun logistik.

"Enam bulan pertama di pengungsian, banyak bantuan berupa sembako dan peralatan rumah tangga, baik dari pemerintah maupun pihak swasta," kata Ira di lokasi pengungsian, Kamis (8/2/2018).

Selain itu, kata Ira, awal pula menempati pengungsian ini, ibu-ibu yang berada di pengungsian mendapatkan sejumlah pelatihan dari pihak yayasan swasta ataupun pemerintah.

"Pelatihan tata boga dan usaha pernah ada, itu mah tidak lama, hanya beberapa bulan saja," ujarnya.

Selain Ira, Aminah (44), yang juga seorang pengungsi, berharap dapat meninggalkan lokasi ini dalam waktu dekat, hal ini dikarenakan keterbatasan untuk melakukan aktivitas.

"Mau bikin usaha susah, karena keterbatasan lahan," ujarnya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help