Ghouta Timur Dibombardir Senjata Kimia oleh Militer Suriah, 19 Anak Tewas

"Ada kesalahan persepsi bahwa pemberontak bisa memanfaatkan zona deeskalasi untuk menyerang Damaskus," kata Moumtzis.

Ghouta Timur Dibombardir Senjata Kimia oleh Militer Suriah, 19 Anak Tewas
Anadolu Agency via Middle East Monitor
Warga sipil melarikan diri dari lokasi ledakan setelah pasukan rezim Assad, di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, Suriah pada 22 Agustus, 2017 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga pengawas HAM di Suriahmenyoroti serangan udara yang dilakukan militer Suriah kepada rakyat sipil di kawasan yang dikuasai pemberontak.

Diwartakan Sky News Rabu (7/2/2018), Observasi HAM untuk Suriah memaparkan, sebanyak 80 rakyat sipil tewas setelah diserang jet tempur Suriah di Provinsi Ghouta Timur.

Dalam serangan terbaru di kota Douma Selasa (6/2/2018), 34 orang dilaporkan tewas, dan 200 orang lainnya luka-luka.

Direktur lembaga yang berbasis di Inggris itu, Rami Abdel Rahman berkata, dari 34 korban tewas, 19 di antaranya adalah anak-anak.

Baca: 3 Aksi Jokowi ini Buktikan Sang Presiden Tak Ada Takutnya Terhadap Teror Bom, No 3 Naik Motor Matik

"Korban tewas itu merupakan yang terbanyak di Suriah dalam sembilan bulan terakhir, dan salah satu hari paling berdarah di Ghouta Timur selama beberapa tahun," beber Rahman.

Dua kota kecil yang terletak di Ghouta Timur, Beit Sewa dan Hammuriyeh menjadi wilayah yang paling parah terdampak serangan.

Media pemerintah, SANA, menyatakan bahwa militer bereaksi setelah para pemberontak menembakkan roket ke arah Damaskus.

Baca: Jet Tempur Rusia Bombardir Pasar Ariha

Roket tersebut menewaskan tiga orang, satu orang anak, dan dua warga dewasa.

Halaman
12
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help