Akhir Tahun 2017, Semua Harga Tipe Rumah Naik

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) pada kuartal. . .

Akhir Tahun 2017, Semua Harga Tipe Rumah Naik
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
PAMERAN PERUMAHAN - Pengunjung melihat-lihat ke stan perumahan pada BJB Property & Furniture Expo di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Senin (28/9/2015). Pameran yang akan berlangsung hingga 4 Oktober 2015 itu menghadirkan belasan pengembang properti di kawasan Bandung Raya, produsen furniture dari Bandung dan Jakarta, serta memberikan pelayanan konsultasi arsitek dan desain interior. 

TRIBUNJABAR.ID - Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) pada kuartal IV 2017 mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal IV 2017 yang tumbuh 0,55 persen secara kuartalan (qtq).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IHPR pada triwulan sebelumnya sebesar 0,50 persen (qtq). Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung.

"Peningkatan harga rumah tersebut terutama disebabkan kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja," tulis bank sentral dalam pernyataan resminya, Kamis (8/2/2018).

Kenaikan harga rumah diperkirakan berlanjut pada kuartal I 2018, yakni sebesar 0,72 persen (qtq). Adapun volume penjualan rumah pada kuartal IV 2017 tumbuh meningkat.

Penjualan rumah tumbuh 3,05 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan penjualan rumah pada kuartal III 2017 yang tumbuh 2,58 persen (qtq). Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung pada kuartal IV 2017.

Hasil survei juga menunjukkan pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari dana nonperbankan.

Sebanyak 56,18 persen pengembang menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial.

Sementara itu, pembiayaan pembelian properti residensial oleh konsumen terutama bersumber dari perbankan. Sebanyak 75,93 persen konsumen memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help