Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Ekstrem di Garut Selatan, Nelayan Terpaksa Lakukan Hal Ini

Cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi memengaruhi kegiatan para nelayan di wilayah Garut Selatan.

Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Ekstrem di Garut Selatan, Nelayan Terpaksa Lakukan Hal Ini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Aktivitas di Pantai Sayangheulang, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi memengaruhi kegiatan para nelayan di wilayah Garut Selatan.

Akibatnya, nelayan yang biasa melaut terpaksa menepikan kapalnya, karena khawatir terjadi kecelakaan di tengah laut.

Guna menyiasati cuaca tersebut, nelayan yang berada di Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, terpaksa beraktivitas di bibir pantai saja.

Aktivitas tersebut yakni mengumpulkan rumput-rumput laur liar yang nantinya dijual kepada pengepul atau bandar di desa tersebut.

Warga Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut tengah mencari rumput laut liar di Pantai Sayangheulang.
Warga Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut tengah mencari rumput laut liar di Pantai Sayangheulang. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Rumput laut liar yang dijual dengan harga Rp 1 ribu ini dijual untuk diolah menjadi menjadi berbagai penganan yakni dodol, agar-agar, dan keripik.

Baca: Hendak Melancong ke Priangan Timur? Cek dulu Prakiraan Cuacanya

Tarya (42), nelayan di pantai Sayang Heulang, aktivitas ini kerap dilakukan saat cuaca ekstrem melanda wilayah Garut Selatan.

"Kalau tidak begini, harus makan apa," kata Tarya kepada Tribun Jabar di Pantai Sayangheulang, Rabu (7/2/2018).

Ia menjelaskan, dalam aktivitas mengumpulkan rumput laut ini ia lakukan dari pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Baca: Warga Manfaatkan Surutnya Air Laut untuk Mencari Rumput Laut, Dijual Rp 1 ribu Perkilogram

"Pada saat waktu surut saja," ujarnya.

Selain Tarya, Nurdin (38), selain mengumpulkan rumput laut liar, nelayan pun biasa melakukan pencarian ikan hanya di bibir pantai saja.

"Kondisi ombak besar tidak memungkinkan untuk mencari ikan, lebih baik di pinggir saja pakai jaring atau kail pancing," ujarnya.


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help